Ilustrasi penderita kanker hati HCC. (Gemini AI)
INDOZONE.ID - Kanker merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti di dunia dan terjadi ketika sel dalam tubuh tumbuh secara abnormal serta tidak terkendali. Meski sering dianggap sulit dicegah, berbagai penelitian menunjukkan bahwa risiko kanker sebenarnya dapat ditekan sejak dini.
Peneliti dari Harvard School of Public Health bahkan menyebutkan bahwa banyak kematian akibat kanker berpotensi dicegah jika masyarakat menerapkan gaya hidup sehat. Kabar baiknya, pencegahan tidak selalu rumit—kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari sudah dapat membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus menurunkan risiko kanker. Berikut beberapa cara yang bisa mulai diterapkan:
Apa yang kita makan setiap hari sangat mempengaruhi kesehatan tubuh. Mengonsumsi makanan bernutrisi seperti buah, sayur, dan ikan berlemak dapat membantu melawan berbagai penyakit. Sementara itu, brokoli, wortel, kacang-kacangan, buah beri, tomat, dan bawang putih mengandung zat yang baik untuk tubuh. Sebaliknya, sebaiknya batasi makanan tinggi lemak jenuh, konsumsi daging merah berlebihan, makanan cepat saji, dan makanan manis.
Baca juga: 5 Kebiasaan Hidup Sehat yang Bisa Bantu Perempuan Cegah Kanker Payudara
Aktivitas fisik tidak hanya membuat tubuh bugar, tetapi juga menurunkan risiko beberapa jenis kanker dengan cara mengurangi peradangan, memperlancar sirkulasi darah, dan mencegah penumpukan lemak. Tidak perlu olahraga berat—jalan kaki, jogging ringan, atau bersepeda beberapa kali seminggu sudah cukup bermanfaat.
Kelebihan berat badan meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, termasuk kanker, karena obesitas sering memicu peradangan kronis dan perubahan hormon yang memicu pertumbuhan sel abnormal. Menjaga keseimbangan antara asupan makanan dan aktivitas fisik menjadi kunci mempertahankan berat badan sehat.
Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker mulut, hati, dan usus besar. Risikonya akan semakin tinggi jika disertai kebiasaan merokok.
Rokok menjadi penyebab utama berbagai kanker, seperti kanker paru-paru, tenggorokan, pankreas, hati, dan ginjal. Bahaya ini juga mengancam perokok pasif yang sering terpapar asap rokok.
Paparan sinar ultraviolet berlebih dari matahari dapat meningkatkan risiko kanker kulit. Karena itu, saat beraktivitas di luar ruangan sebaiknya gunakan perlindungan seperti sunscreen, topi, atau pakaian yang melindungi kulit.
Beberapa zat kimia tertentu diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko kanker, seperti asbes, benzena, dan senyawa industri lainnya. Bagi pekerja yang berada di lingkungan dengan paparan bahan kimia, penggunaan alat pelindung diri menjadi hal yang sangat penting.
Beberapa infeksi virus juga dapat meningkatkan risiko kanker, seperti virus hepatitis, HIV, dan HPV. Penularannya bisa terjadi melalui hubungan seksual berisiko atau penggunaan jarum suntik yang tidak steril.
Kurang tidur tidak hanya membuat tubuh mudah lelah, tetapi juga dapat mengganggu metabolisme. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker. Idealnya, orang dewasa membutuhkan sekitar tujuh jam tidur setiap malam.
Vitamin D diketahui memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan vitamin ini dapat membantu menurunkan risiko kanker tertentu, seperti kanker usus besar dan kanker prostat. Vitamin D bisa didapatkan dari paparan sinar matahari, makanan tertentu, maupun suplemen sesuai anjuran tenaga medis.
Stres berkepanjangan dapat memicu berbagai kebiasaan tidak sehat, seperti makan berlebihan atau kurang makan. Menjalani aktivitas yang menyenangkan seperti olahraga ringan, hobi, atau bersantai dapat membantu menjaga keseimbangan mental.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ciputrahospital.com