ilustrasi mabuk dalam perjalanan mudik (freepik)
INDOZONE.ID - Perjalanan mudik darat memang selalu jadi momen yang ditunggu, tapi nggak sedikit juga yang harus berhadapan dengan mabuk perjalanan.
Rasa mual, pusing, hingga tubuh tidak nyaman sering muncul dan bikin perjalanan terasa lebih berat. Padahal, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan agar kondisi ini bisa diminimalkan.
Yuk, simak tips berikut supaya perjalanan mudik tetap nyaman dan nggak terganggu.
Jika kamu menjadi penumpang, cobalah duduk dengan posisi menghadap ke depan.
Posisi ini membantu mata dan telinga bagian dalam bekerja lebih selaras sehingga risiko mabuk perjalanan bisa berkurang.
Dengan melihat arah jalan secara langsung, tubuh akan lebih mudah menyesuaikan gerakan yang terjadi. Cara sederhana ini sering kali cukup efektif untuk mengurangi rasa pusing dan mual.
Mabuk perjalanan sering muncul karena tubuh terlalu fokus pada rasa tidak nyaman.
Nah, untuk mengatasinya, kamu bisa mencoba mengalihkan perhatian dengan mendengarkan musik atau mengobrol santai selama perjalanan.
Baca juga: 4 Tips Cermat Mencegah Mabuk Perjalanan, Persiapan Mudik Lebaran!
Cara ini memang sederhana, tapi cukup membantu membuat pikiran lebih rileks. Dengan begitu, rasa mual pun bisa berkurang dan perjalanan terasa lebih ringan.
Udara segar bisa membantu meredakan gejala mabuk perjalanan. Kamu bisa menyalakan AC dan mengarahkannya ke tubuh atau membuka jendela jika kondisi memungkinkan.
Sirkulasi udara yang baik membantu tubuh menyesuaikan sensasi gerakan yang dirasakan. Hal ini bisa mengurangi ketidakseimbangan antara mata dan telinga bagian dalam.
Bermain gadget atau membaca selama perjalanan bisa memperparah mabuk perjalanan. Hal ini terjadi karena mata fokus pada objek dekat, sementara tubuh merasakan gerakan yang berbeda.
Akibatnya, otak menjadi bingung dan memicu rasa pusing serta mual. Sebaiknya, istirahatkan mata dan sesekali lihat ke arah luar agar tubuh lebih mudah beradaptasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: American Journal Of Physiology, Healthline