ilustrasi donor darah (freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu merasa ragu sebelum donor darah karena takut lemas atau pusing setelahnya?
Padahal, donor darah adalah cara sederhana untuk membantu sesama, asal dilakukan dengan persiapan yang tepat.
Nah, sayangnya banyak orang datang tanpa persiapan, lalu tubuh jadi terasa kurang nyaman setelahnya.
Jadi agar prosesnya tetap lancar dan aman, ada beberapa hal penting yang sebaiknya kamu perhatikan sebelum donor, berikut beberapa caranya:
Sebelum donor darah, penting untuk kamu mengonsumsi makanan yang kaya zat besi. Kamu bisa memilih makanan seperti daging, telur, ikan, bayam, brokoli, atau sayuran hijau lainnya.
Zat besi inilah membantu tubuh memproduksi dan menyimpan sel darah merah dengan baik. Dengan asupan yang cukup, kamu juga bisa mengurangi risiko anemia setelah donor.
Perlu diketahui jangan datang donor dalam kondisi perut kosong. Usahakan makan sekitar 3-4 jam sebelum proses donor dilakukan.
Hal ini penting untuk menjaga energi tubuh agar tetap stabil. Dengan begitu, kamu bisa terhindar dari rasa pusing atau lemas setelah donor darah.
Tubuh kita sebagian besar terdiri dari cairan, termasuk darah. Oleh karena itu, penting untuk minum air putih yang cukup sebelum donor darah.
Kondisi tubuh yang terhidrasi akan membantu proses pengambilan darah berjalan lancar. Selain itu, kamu juga bisa menghindari risiko penurunan tekanan darah yang bisa menyebabkan pusing.
Sebelum dan sesudah donor darah, sebaiknya hindari olahraga berat atau aktivitas fisik yang terlalu intens.
Baca juga: Apakah Donor Darah Bisa Menyebabkan Anemia? Ini Faktanya
Tubuh perlu berada dalam kondisi rileks agar bisa menyesuaikan diri setelah kehilangan sejumlah darah.
Dengan beristirahat cukup, tubuh juga lebih cepat memulihkan cairan yang hilang. Hal ini penting untuk menjaga kondisi tetap stabil.
Istirahat yang cukup juga jadi kunci penting sebelum donor darah. Pastikan kamu tidur dengan kualitas yang baik agar tubuh dalam kondisi fit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic