Ilustrasi kanker paru-paru (Pexels/Anna Shvets)
INDOZONE.ID - Kanker paru masih menjadi salah satu penyebab kematian akibat kanker tertinggi di dunia.
World Health Organization (WHO) menyebutkan, penyakit ini memiliki angka kematian paling tinggi, baik pada pria maupun wanita.
Deteksi dini menjadi kunci utama. Sebab, ketika kanker paru terdiagnosis pada tahap lanjut, pilihan pengobatan menjadi semakin terbatas.
Selain pemeriksaan rutin, perubahan gaya hidup, dan pengurangan faktor risiko juga dinilai sangat penting.
Seorang ahli Dokter Onkologi dari Apollo Hospitals, Vijay Agarwal, mengungkap, sejumlah kebiasaan sehari-hari yang kerap dianggap sepele, justru dapat meningkatkan risiko kanker paru secara bertahap.
“Banyak kebiasaan harian yang tampak tidak berbahaya, tetapi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker paru,” ujar Agarwal, dikutip dari Hindustan Times.
Baca juga: Batuk Gak Kunjung Sembuh? Waspada 5 Tanda Awal Kanker Paru yang Jarang Disadari
Berikut, lima kebiasaan yang perlu diwaspadai:
Asap rokok mengandung berbagai zat karsinogenik seperti benzena, formaldehida, dan nitrosamin. Bahkan, merokok dalam jumlah sedikit tetap dapat merusak sel paru secara berulang, dan meningkatkan risiko kanker dalam jangka panjang.
“Tidak ada tingkat merokok yang aman, karena setiap batang rokok memberi dampak kumulatif,” ucap Agarwal menegaskan.
Ilustrasi pria merokok. (Pexels/Maurício Eugênio)
Orang yang tidak merokok, tetapi sering terpapar asap rokok, tetap menghirup zat beracun yang sama.
Paparan ini sering terjadi di rumah, kendaraan, maupun lingkungan kerja. Meski hanya sesekali, efeknya dapat menumpuk seiring waktu.
Paparan asap dari proses memasak, terutama pada suhu tinggi atau penggunaan bahan bakar seperti kayu, arang, dan minyak tanah, menghasilkan partikel halus yang dapat mengiritasi paru-paru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times