Ilustrasi aspirin (Pexels/JESHOOTS.com)
INDOZONE.ID - Aspirin telah lama dikenal sebagai obat pereda nyeri dan penurun peradangan. Namun, di balik fungsi tersebut, aspirin juga digunakan dalam terapi medis untuk membantu menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.
Sebagai obat yang bekerja seperti pengencer darah, aspirin dapat mencegah pembentukan bekuan darah yang berpotensi menyumbat pembuluh arteri.
Meski demikian, penggunaan aspirin harian juga memiliki risiko, terutama terkait pendarahan. Sehingga, penting memahami kapan dan bagaimana obat ini digunakan secara aman.
Dikutip dari Medical Daily, aspirin, atau asam asetilsalisilat, termasuk dalam kelompok obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).
Obat ini bekerja dengan menghambat zat kimia dalam tubuh yang disebut prostaglandin, yang memicu peradangan, nyeri, dan demam.
Baca juga: Aspirin dan Kapsul Minyak Ikan Dapat Membantu Memerangi Depresi
Dalam dosis rendah, aspirin mencegah trombosit (keping darah) saling menempel dan membentuk gumpalan. Efek inilah yang membuat aspirin sering disebut sebagai pengencer darah.
Dengan mengurangi pembentukan bekuan darah, aspirin dapat membantu melindungi jantung dan otak dari kejadian kardiovaskular. Misal, serangan jantung dan stroke iskemik.
Terapi aspirin dosis rendah, umumnya diresepkan untuk individu yang memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke.
Kemampuannya dalam mencegah penyumbatan arteri, menjadikan aspirin bagian penting dalam penanganan penyakit kardiovaskular.
Pada pasien yang pernah mengalami serangan jantung, operasi bypass, atau pemasangan ring jantung, konsumsi aspirin harian terbukti dapat menurunkan risiko kejadian serangan ulang.
Ilustrasi kesehatan jantung. (Eliani Kusnedi)
Penelitian menunjukkan, dosis rendah sekitar 75–100 mg per hari, efektif membantu menjaga kesehatan jantung pada pasien dengan riwayat penyakit kardiovaskular.
Namun, manfaat ini tidak selalu berlaku bagi orang sehat tanpa riwayat penyakit jantung. Sejumlah studi terbaru menunjukkan, pada kelompok ini, manfaat aspirin tidak selalu lebih besar dibandingkan risikonya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily