Ilustrasi perbedaan cacar air dan cacar api. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Banyak orang masih bingung membedakan antara Cacar Air dan Cacar Api, karena keduanya sama-sama menimbulkan ruam atau bintil di kulit.
Padahal, saat dilihat lebih detail, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan, mulai dari gejala hingga waktu penyembuhan.
Baca juga: Bukan Cuma Gula, Penderita Diabetes Ternyata Sering Kekurangan Vitamin dan Mineral
Dua penyakit ini sebenarnya disebabkan oleh virus yang sama, yaitu Varicella-zoster virus.
Makanya, meskipun sumbernya sama, efeknya bisa berbeda.
Jika dilihat dari tampilan dan rasa yang ditimbulkan, kedua penyakit ini cukup berbeda
Baca juga: 5 Manfaat Belly Oil, Minyak Perut yang Rutin Dipakai Alyssa Daguise selama Hamil
Cacar air sangat mudah menular, bisa melalui udara seperti batuk/bersin, hingga kontak langsung dengan cairan bintil. Karena sangat mudah menular, cacar air umumnya sering menyerang anak-anak.
Berbeda dengan cacar api yang nggak menular secara langsung seperti cacar air. Tapi, jika orang yang belum pernah terkena cacar air kena cairan bintilnya, dia bisa tertular jadi cacar air
Walaupun sering dianggap ringan, dua-duanya tetap memiliki risiko.
Cacar air umumnya ringan, tapi bisa berbahaya bagi bayi, ibu hamil, atau orang dengan imun lemah. Risikonya mulai dari infeksi kulit, bekas bopeng, hingga pneumonia.
Sedangkan cacar api lebih sering muncul di orang dewasa atau lansia, yang bisa membuat nyeri saraf berkepanjangan (neuralgia) dan terkadang rasa sakitnya tetap ada walaupun ruam sudah hilang.
Baca juga: Ibu Wajib Tahu, Ini Tanda Hamil Bayi Down Syndrome dan Cara Mendeteksinya
Proses pemulihannya juga berbeda. Cacar air umumnya bisa sembuh dalam 1–2 minggu, dengan proses pemulihan mulai dari bintil, lalu kering, hingga menjadi koreng.
Namun, cacar api bisa butuh waktu 2–4 minggu, dengan nyeri bisa bertahan lebih lama dari ruamnya.
Meskipun sekilas mirip, cacar air dan cacar api punya perbedaan yang cukup jelas, mulai dari penyebab, gejala, sampai cara penanganannya.
Dengan tahu bedanya, kamu bisa lebih cepat ambil tindakan, mencegah penularan, dan menghindari komplikasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Alodokter