Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 20 APRIL 2026 • 16:00 WIB

Ternyata Kritikan Bisa Menjadi Kekerasan Verbal! Kok Bisa? Ini Penjelasannya

Ternyata Kritikan Bisa Menjadi Kekerasan Verbal! Kok Bisa? Ini PenjelasannyaIlustrasi kritik menjadi kekerasan verbal. (Freepik)

INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu dengar kalimat seperti, “Kok nilai kamu segini aja?”, “Lihat tuh anak orang lain!”, atau “Kamu tuh nggak pernah bener”? Kedengarannya mungkin “biasa aja”, bahkan sering dianggap bentuk perhatian. Tapi faktanya, kebiasaan mengkritik terus-menerus seperti ini bisa masuk ke dalam kategori kekerasan verbal.

Masalahnya, banyak orang masih menganggap ini sebagai bagian dari “didikan” atau cara supaya seseorang jadi lebih baik. Padahal, dampaknya bisa jauh lebih dalam dari sekadar rasa kesal sesaat.

Contoh yang Sering Terjadi Sehari-hari

Seorang anak pulang sekolah dengan nilai 85. Bukannya diapresiasi, ia justru langsung disambut dengan ucapan: “Kenapa nggak 100? Kurang belajar ya?”

Atau di rumah: “Kamu tuh dari dulu memang ceroboh banget sih!”

Di hubungan pasangan juga nggak jauh beda: “Kamu nggak pernah ngerti aku!”

Kalimat-kalimat seperti ini mungkin terlihat sepele. Tapi kalau terus diulang, lama-lama bukan cuma mengkritik tindakan, melainkan menyerang pribadi seseorang.

Baca juga: Ini 4 Tips Cerdas Menghadapi Kritikan di Tempat Kerja, Tetap Santai!

Bukan Sekadar Kritik Biasa

Ada perbedaan besar antara kritik yang sehat dan kritik berlebihan. Kritik yang sehat fokus pada tindakan, misalnya:
“Tadi kamu telat, besok coba lebih tepat waktu ya.”

Sedangkan kritik yang sudah mengarah ke kekerasan verbal biasanya menyasar karakter:
“Kamu memang pemalas.”
“Kamu nggak bisa diandalkan.”

Kalimat seperti ini bisa bikin seseorang merasa dirinya memang “rusak” atau tidak cukup baik, bukan sekadar melakukan kesalahan.

Dampaknya Diam-Diam Menghancurkan

Orang yang terus-menerus menerima kritik berlebihan biasanya akan:

  • Jadi nggak percaya diri
  • Takut mencoba hal baru
  • Selalu merasa salah
  • Overthinking berlebihan
  • Merasa nggak layak dicintai atau dihargai

Mereka seperti hidup dalam tekanan, selalu merasa harus sempurna agar tidak dikritik lagi.

Yang Lebih Bahaya: Dianggap Normal

Ternyata Kritikan Bisa Menjadi Kekerasan Verbal! Kok Bisa? Ini PenjelasannyaIlustrasi kekerasan verbal. (freepik)

Karena sering terjadi, banyak orang akhirnya menganggap ini hal wajar. Bahkan ada yang berpikir, “Dulu aku juga digituin, dan aku baik-baik aja.”

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Psychologytoday.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ternyata Kritikan Bisa Menjadi Kekerasan Verbal! Kok Bisa? Ini Penjelasannya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!