Ilustrasi perokok. (FREEPIK/jcomp)
INDOZONE.ID - Merasa garis halus muncul lebih cepat dari teman seumuran? Bisa jadi penyebabnya bukan cuma faktor usia, tapi kebiasaan merokok yang sering dianggap sepele.
Banyak orang belum sadar, rokok bukan hanya merusak organ dalam, tapi juga “menghancurkan” tampilan kulit dari luar. Efeknya? Wajah terlihat lebih tua, kusam, dan penuh kerutan bahkan di usia muda.
Setiap kali kamu menghisap rokok, tubuh sebenarnya sedang “dibombardir” racun. Zat-zat ini menyempitkan pembuluh darah sehingga aliran oksigen dan nutrisi ke kulit jadi terganggu.
Akibatnya:
Padahal, kolagen dan elastin adalah “fondasi utama” kulit agar tetap kencang dan awet muda.
Baca juga: Kenapa Bibir Pria Perokok Menghitam? Ini Alasan dan Cara Mengatasinya
Kerutan pada perokok biasanya muncul lebih cepat dibandingkan penuaan alami. Bahkan, semakin sering merokok, semakin jelas tanda-tandanya.
Beberapa faktor utamanya adalah kerusakan kolagen akibat racun, kulit jadi kering karena kelembapan berkurang, dan gerakan bibir saat merokok bikin garis halus di sekitar mulut makin dalam.
Nggak heran kalau banyak perokok terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.
Kabar baiknya: masih ada harapan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa berhenti merokok bisa membantu memperbaiki kondisi kulit. Dalam beberapa minggu saja, produksi kolagen mulai meningkat lagi. Bahkan, dalam waktu sekitar 3 bulan, kondisi kulit bisa mendekati sebelum kamu jadi perokok.
Selain itu, noda hitam dan hiperpigmentasi bisa memudar, kulit terlihat lebih cerah dan sehat, serta kerutan mungkin tidak hilang sepenuhnya, tapi bisa tampak lebih samar.
Artinya, berhenti merokok bukan cuma menyelamatkan kesehatan, tapi juga “investasi glow up” jangka panjang.
Kalau kamu sudah (atau berencana) stop merokok, ada beberapa langkah biar kulit cepat pulih:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline