Ilustrasi Olaharga Jalan Kaki (Ilustrasi Copilot)
INDOZONE.ID - Menjaga kebugaran tubuh di tengah kesibukan harian sebenarnya tidak selalu menuntut kamu untuk melakukan jenis olahraga yang berat atau menguras kantong.
Salah satu aktivitas sederhana yang sering kali dianggap sepele, tapi memiliki dampak luar biasa bagi kesehatan secara umum adalah jalan kaki secara rutin.
Ilustrasi Jalan Kaki 10 Menit. (Freepik)
Dengan meluangkan waktu setidaknya 150 menit dalam seminggu, atau setara dengan 30 menit per hari selama lima kali sepekan, kamu sudah bisa mengoptimalkan penerapan pola hidup sehat secara maksimal.
Meskipun sering dipandang sebelah mata jika dibandingkan dengan olahraga lain, seperti jogging atau bersepeda, jalan kaki terbukti mampu meningkatkan proses metabolisme serta mengoptimalkan pembakaran kalori di dalam tubuh.
Baca juga: 10 Website Fashion Terbaik untuk Belanja dan Inspirasi OOTD Tahun 2026
Manfaat ini bahkan akan berlipat ganda jika kamu bersedia menambah durasinya hingga satu jam setiap hari dengan kecepatan lebih tinggi, yang bahkan disebut-sebut mampu mendongkrak usia harapan hidup.
Merangkum berbagai fakta medis yang ada, berikut penelusuran naratif mengenai beragam manfaat jalan kaki yang wajib kamu ketahui:
Bagi kamu yang sedang berjuang menjaga bentuk tubuh ideal, rutinitas jalan kaki selama 30 menit sehari mampu membakar setidaknya 150 kalori dengan mudah.
Makin cepat ritme langkah kaki kamu, itu selaras dengan banyaknya tumpukan kalori serta kadar lemak berlebih yang dihempaskan dari tubuh.
Baca juga: 1 Muharram 2026 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal, Skema Libur, dan Amalannya
Menariknya lagi, jenis olahraga ringan ini tergolong sangat aman, bahkan direkomendasikan bagi kamu yang ingin mengecilkan perut setelah melahirkan.
Jika kamu sering merasa lesu di tengah aktivitas, berjalan kaki bisa menjadi alternatif terbaik untuk memompa kembali energi di dalam tubuh secara instan.
Aktivitas fisik ini bekerja dengan cara memperlancar pasokan oksigen ke seluruh jaringan tubuh sekaligus memicu aktifnya hormon kortisol, epinefrin, dan norepinefrin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Keslan.kemkes.go.id