sikat gigi manual dan elektrik (satudental.com)
INDOZONE.ID - Lagi traveling, lupa bawa sikat gigi terus kepikiran pakai punya pasangan? Ini yang sebenarnya terjadi di mulutmu.
Pernah nggak kamu ada di situasi ini: sudah ngantuk, mau tidur baru sadar sikat gigi ketinggalan. Panik sedikit, lalu muncul ide, “Ya udah deh, pakai punyanya dia aja. Cuma sekali, kok.”
Kelihatannya sepele. Tapi pertanyaannya: itu aman nggak, sih, sebenarnya?
Jawabannya nggak sesimpel “iya” atau “nggak”!
Fakta yang jarang disadari: di dalam mulut manusia ada ratusan jenis bakteri bisa lebih dari 700 spesies, walau biasanya yang aktif sekitar 200-an.
Dan tenang, sebagian besar itu normal dan bahkan membantu menjaga keseimbangan mulut. Tapi, ada juga “penghuni nakal” seperti:
Nah, masalahnya: semua itu bisa “numpang hidup” di sikat gigi kamu.
Baca juga: Apakah Sikat Gigi Elektrik Worth It? Ini Penjelasan dari Sisi Kesehatan Gigi
Banyak orang mikir sikat gigi itu aman-aman saja karena selalu dipakai sendiri. Padahal, kenyataannya sikat gigi bisa jadi tempat singgah bakteri dari mulut sendiri, tangan, udara kamar mandi, bahkan percikan toilet (yes, ini nyata).
Kalau sikat gigi nggak dikeringkan dengan baik, bakteri bisa lebih mudah bertahan hidup.
Walaupun terlihat “biasa aja”, ada kondisi di mana berbagi sikat gigi bisa jadi masalah besar, contohnya:
Dan yang paling penting: orang dengan imun lemah (misalnya pasien kemoterapi atau transplantasi organ) sangat tidak disarankan berbagi sikat gigi.
Ilustrasi sikat gigi saat puasa. (freepik.com) (Freepik)
Jawaban tegasnya: sebaiknya jangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Abc.net.au