Ilustrasi seseorang jalan kaki agar bisa cepat pulih setelah operasi. (Freepik)
INDOZONE.ID - Setelah menjalani tindakan operasi atau bedah, biasanya pasien butuh proses pemulihan hingga dapat kembali beraktivitas normal.
Meski banyak pasien yang akhirnya dapat pulih dengan baik, namun masa pemulihan tetap memiliki sejumlah risiko. Misal, infeksi, perdarahan, hingga gangguan penyembuhan luka.
Beberapa faktor, seperti usia lanjut, penyakit penyerta, atau jenis operasi yang kompleks, dapat meningkatkan risiko komplikasi.
Jika komplikasi terjadi, pasien berpotensi menjalani rawat inap lebih lama, bahkan harus kembali dirawat setelah pulang dari rumah sakit.
Sehingga, dunia medis kini menerapkan pendekatan berbasis bukti seperti Enhanced Recovery After Surgery (ERAS).
Itu merupakan metode perawatan perioperatif, yang dirancang untuk mempercepat pemulihan pasien setelah operasi besar.
Baca juga: Perhatian! Studi Ungkap Jalan Kaki Bisa Turunkan Risiko Kematian Akibat Jantung dan Diabetes
Salah satu langkah sederhana yang dinilai efektif adalah, mendorong pasien untuk mulai bergerak lebih cepat setelah operasi.
Aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki, diketahui dapat membantu mempercepat pemulihan, menurunkan risiko komplikasi, serta mempersingkat masa rawat inap.
Dikutip dari Medical News Today, sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Surgeons menunjukkan, peningkatan jumlah langkah harian setelah operasi, dapat berperan besar dalam memperbaiki proses pemulihan pasien.
Ilustrasi berjalan kaki (freepik)
Dalam penelitian tersebut, para peneliti menganalisis data dari All of Us Research Program yang melibatkan 1.965 orang dewasa. Mereka menjalani operasi rawat inap.
Hasil penelitian menemukan adanya hubungan yang konsisten, antara jumlah langkah harian yang lebih tinggi dengan perbaikan hasil pemulihan pascaoperasi.
Manfaat ini terlihat pada berbagai jenis operasi dan kondisi kesehatan pasien yang berbeda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today