Ilustrasi Cell Tower (ehn.org)
INDOZONE.ID - Isu mengenai dampak kesehatan di balik berdirinya menara pemancar telekomunikasi (cell tower) di kawasan padat penduduk kini semakin gencar disorot oleh berbagai kalangan peneliti independen.
Di tengah masifnya penggunaan gawai nirkabel untuk menunjang aktivitas digital harian, keberadaan menara ini memang menjadi tulang punggung konektivitas yang krusial.
Namun, pancaran energi yang keluar dari antena-antena besar tersebut memicu kekhawatiran karena sifat eksposurnya yang terjadi secara terus-menerus tanpa ada tombol mati.
Berbeda dengan ponsel pintar di genggamanmu yang bisa kamu matikan sewaktu-waktu saat tidur, radiasi dari menara lingkungan sekitar akan tetap aktif sepanjang hari.
Baca juga: Contoh Teks Pidato Bahasa Jawa Singkat Berbagai Tema Lengkap dengan Strukturnya
Akumulasi dosis pancaran gelombang nirkabel ini lambat laun dinilai dapat memberikan dampak biologis yang signifikan bagi tubuh manusia yang berada di radius dekat.
Biar kamu tidak lagi buta mengenai risiko polusi lingkungan jenis baru ini, mari kita bahas dampaknya terhadap kesehatan.
Paparan gelombang radio frekuensi dari antena menara yang masuk ke dalam tubuh secara konstan ditengarai dapat memicu kondisi stres tingkat seluler yang cukup parah.
Dalam jangka panjang, akumulasi kerusakan biologis pada level sel ini dikhawatirkan para ilmuwan dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit kanker.
Baca juga: 7 Khasiat Teh Oolong yang Baik untuk Kesehatan Tubuh
Dampak mutasi genetik akibat radiasi non-ionisasi inilah yang menjadi salah satu fokus utama yang paling diwaspadai oleh ratusan ahli kesehatan dunia.
Penduduk yang tinggal atau beraktivitas dalam radius dekat dengan stasiun pemancar ponsel sering kali mengeluhkan keluhan klinis pada bagian kepala mereka.
Kondisi lingkungan yang tercemar gelombang elektromagnetik ini terbukti secara ilmiah dapat memicu serangan gatal saraf, pusing, hingga vertigo yang mengganggu kenyamanan.
Jika kamu mulai sering merasakan nyeri kepala misterius saat berada di rumah, bisa jadi itu adalah bentuk respons sensitif tubuhmu terhadap radiasi sekitar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ehtrust.org