Ilustrasi pemberian pestisida pada buah. (Freepik)
INDOZONE.ID - Pestisida selama ini kerap dikaitkan dengan risiko kanker. Namun, menurut dokter spesialis onkologi asal Raipur, India, Jayesh Sharma, hubungan antara pestisida dan kanker tidak sesederhana yang banyak dibayangkan.
Dokter yang telah berpengalaman lebih dari 25 tahun itu menjelaskan, terdapat dua sisi berbeda dalam persoalan paparan pestisida.
Dikutip dari Hindustan Times, Sharma menjelaskan bagimana cara sederhana untuk mengurangi paparan pestisida dari makanan sehari-hari.
Menurut Sharma, pestisida memengaruhi dua kelompok orang dengan cara berbeda.
Kelompok pertama adalah para petani atau pekerja pertanian, yang secara langsung menyemprotkan pestisida ke tanaman. Kelompok ini memiliki tingkat paparan jauh lebih tinggi dibanding masyarakat umum.
Baca juga: Awas! Paparan Pestisida Sehari-hari Diduga Turunkan Kualitas Sperma Pria Sehat
Ia menjelaskan, paparan pestisida jangka panjang dalam jumlah besar, menunjukkan hubungan yang jelas dengan beberapa jenis kanker, seperti leukemia dan limfoma.
Namun, kondisi berbeda ditemukan pada masyarakat yang hanya terpapar pestisida melalui makanan.
Sharma menjelaskan, terdapat dua jenis pestisida utama.
Pestisida jenis lama, seperti DDT, kini telah dilarang di banyak negara. Senyawa ini diketahui dapat bertahan di tanah selama puluhan tahun.
Tanaman dapat menyerap zat tersebut melalui akar, lalu membawanya ke bagian yang dikonsumsi, seperti buah dan sayuran.
ilustrasi pestisida (pinterest.com)
Menurut Sharma, pestisida jenis ini berpotensi mengganggu sistem hormon tubuh, dan meningkatkan risiko kanker payudara, serta beberapa kanker reproduksi.
Kabar baiknya, penggunaan pestisida jenis lama kini sudah jauh berkurang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times