Aksi donor darah di kalangan pekerja kantoran. (Dewi Kania/Z Creators)
INDOZONE.ID - Hari Palang Merah Internasional diperingati setiap 8 Mei. Pada momen ini, antusiasme masyarakat untuk ikut donor darah masih terlihat tinggi.
Selain membantu sesama, donor darah juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Dikutip dari situs resmi Kemenkes, setelah mendonorkan darah, tubuh akan memproduksi sel darah baru untuk menggantikan darah yang hilang sehingga membantu menjaga sirkulasi darah tetap sehat.
Selain bermanfaat bagi diri sendiri, donor darah juga menjadi bentuk kepedulian sosial. Setiap kantong darah yang didonorkan dapat membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah, seperti pasien operasi sampai penderita penyakit tertentu.
Baca juga: 9 Makanan Setelah Donor Darah Biar Nggak Lemas, Wajib Dikonsumsi Nih!
Karena itu, kebutuhan pasokan darah di Indonesia pun masih sangat besar. Masyarakat dari berbagai kalangan pun terus bergotong royong dan berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.
Di ibu kota, donor darah biasanya masih banyak diminati oleh para pekerja kantoran. Sebagian dari mereka masih banyak yang antusias untuk mengikuti aksi kemanusiaan ini.
Termasuk para karyawan di lingkungan Gedung Plaza Bank Index Jakarta yang baru-baru ini ikut mendonorkan darahnya. Kegiatan ini diinisiasi oleh Cermati Fintech Group (CFG) bersama Komunitas Sahabat Donor Darah (KSDD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Sukabumi.
CEO Cermati Fintech Group Andhy Koesnandar mengatakan, kegiatan ini dilandasi kesadaran akan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan kebutuhan medis di Indonesia. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu menjaga ketersediaan pasokan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Inisiatif kolaboratif ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi sektor swasta lainnya untuk lebih aktif menjawab tantangan kebutuhan medis di Indonesia secara berkelanjutan,” kata Andhy kepada wartawan.
Baca juga: 7 Persiapan Donor Darah yang Wajib Kamu Tahu, Biar Nggak Lemas Setelahnya!
Menurutnya, kegiatan donor darah tidak hanya menumbuhkan rasa empati, tetapi juga mendorong penerapan gaya hidup sehat secara rutin. Ia memastikan setiap tetes darah yang terkumpul dapat tersalurkan dengan tepat kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Aksi donor darah ini merupakan wujud komitmen kami bahwa inovasi teknologi harus berjalan beriringan dengan empati sosial. Membangun lingkungan kerja yang sehat berarti juga membangun jiwa sosial yang kuat,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan