Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 24 MEI 2026 • 15:15 WIB

Bukan Cuma Jantung, 'Silent Heart Attack' Juga Bisa Serang Fungsi Otak

Bukan Cuma Jantung, Silent Heart Attack Juga Bisa Serang Fungsi OtakIlustrasi seseorang mengalami silent heart attack atau serangan jantung tiba-tiba. (Freepik)

INDOZONE.ID - Penyakit kardiovaskular merupakan gangguan kesehatan yang menyerang jantung dan pembuluh darah. Bahkan diperkirakan, memengaruhi sekitar 650 juta orang di seluruh dunia. 

Salah satu dampak paling umum dari penyakit ini adalah, infark miokard atau yang lebih dikenal sebagai serangan jantung.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, sekitar 805 ribu orang mengalami serangan jantung setiap tahun di Amerika Serikat.

Menariknya, satu dari lima kasus tergolong sebagai ‘silent heart attack’, atau serangan jantung tiba-tiba yang tidak terdiagnosis saat kejadian berlangsung.

Kini, sebuah penelitian terbaru menunjukkan, semua jenis serangan jantung, termasuk yang tidak disadari penderitanya, dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi otak atau kognitif seiring bertambahnya usia.

Baca juga: Kenapa Risiko Serangan Jantung Bisa Dua Kali Lipat di Malam Hari? Ini Penjelasannya

Hubungan Antara Serangan Jantung dan Penurunan Kognitif

Dikutip dari Medical News Today, suatu studi yang dipublikasikan di Stroke, para peneliti menemukan, riwayat serangan jantung berkaitan dengan penurunan kemampuan berpikir, mengingat, dan memproses informasi lebih cepat, dibandingkan orang tanpa riwayat penyakit tersebut.

Cheng-Han Chen, seorang ahli jantung intervensi bersertifikat, menjelaskan, kaitan antara serangan jantung dan penurunan fungsi otak, kemungkinan berhubungan dengan gangguan aliran darah ke otak.

Menurutnya, orang yang pernah mengalami serangan jantung, cenderung memiliki penyumbatan pembuluh darah di otak yang dapat menyebabkan iskemia otak, hingga infark kecil yang mempercepat kerusakan fungsi otak.

Bukan Cuma Jantung, Silent Heart Attack Juga Bisa Serang Fungsi OtakIlustrasi wanita rentan mengalami penyakit jantung. (Freepik)

Penelitian Libatkan Lebih dari 20 Ribu Orang

Penelitian ini menganalisis data lebih dari 20 ribu warga kulit hitam dan kulit putih di Amerika Serikat, berusia 45 tahun ke atas, yang tergabung dalam studi jangka panjang REGARDS (REasons for Geographic And Racial Differences in Stroke).

Para peserta menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap, termasuk:

  • Tes darah
  • Pengukuran tekanan darah
  • Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG)
  • Evaluasi riwayat medis
  • Penilaian fungsi kognitif tahunan selama 10 hingga 14 tahun

Dalam wawancara awal, peserta ditanya apakah pernah didiagnosis mengalami serangan jantung. Setelah itu, mereka menjalani pemeriksaan EKG untuk mendeteksi tanda-tanda serangan jantung sebelumnya.

Hasilnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical News Today

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bukan Cuma Jantung, 'Silent Heart Attack' Juga Bisa Serang Fungsi Otak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!