Jumpa Pers Mengenai ASD Penyakit Jantun
INDOZONE.ID Deteksi dini terbukti memiliki peran penting dalam menemukan kelainan struktural pada jantung yang sering kali tidak menunjukkan gejalanya.
Salah satu kondisi yang kerap terdeteksi adalah Atrial Septal Defect (ASD), yaitu adanya lubang pada dinding pemisah atrium yang menyebabkan aliran darah menjadi tidak normal.
Baca juga: Hati-hati! Kurang Tidur Bisa Memicu Penyakit Jantung, Ini Penjelasannya
Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memengaruhi fungsi jantung dalam jangka panjang dan menurunkan kualitas hidup pasien. Di tengah tantangan tersebut, Indonesia mencatat tonggak sejarah baru dalam dunia kardiovaskular.
Atrial Septal Defect (ASD) biasanya menunjukkan tanda awal berupa sering sesak napas terutama saat beraktivitas karena jantung dan paru-paru bekerja lebih keras.
Baca juga: Benarkah Wanita dengan Gen Depresi Berisiko Tinggi Terkena Penyakit Jantung? Ini Faktanya
Selain itu para pengidap ASD juga tampak lebih mudah lelah saat bermain dibandingkan seseorang yang punya jantung norma.
“Jadi sering lelah dan cemas tanda awal kena penyakit asd ini dan ini bisa terjadi siapa aja tidak pada anak kecil saja” Unjar dokter Ario Soeryo Kuncoro dalam jumpa pers heartology melalui zoom (11/12/25)
Pada beberapa kasus, berat badan juga sulit naik dan Infeksi pernapasan berulang seperti pneumonia atau bronkitis juga dapat menjadi petunjuk adanya kelainan ini.
MICS (Minimally Invasive Cardiac Surgery) adalah teknik operasi jantung dengan sayatan minimal, sehingga pemulihan pasien lebih cepat. Operasi ini dapat membantu penyembuhan ASD atau penyakit jantung.
Tindakan ini meliputi Mitral Valve Repair (MVr), Atrial Septal Defect (ASD) Closure, dan Tricuspid Valve Repair (TVr).
Hal ini merupakan pertama kalinya kombinasi prosedur tersebut dilakukan di Indonesia, sekaligus menjadikan Heartology rumah sakit ketiga di dunia yang mampu mencapainya.
Menariknya MICS menawarkan pemulihan yang jauh lebih cepat dan nyaman dibanding operasi jantung terbuka. Selain itu, pasien juga mendapatkan sayatan kecil hanya 5-6 cm sekaligus pasien mengalami rasa nyeri yang lebih ringan.
“Jadi MICS ini sangat menguntungkan salah satu yang paling didambakan adalah proses penyembuhan jauh lebih cepet daripada standar operasi biasa,” Kata Dr Dicky A Wartono dalam jumpa pers
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan