Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 27 MEI 2026 • 11:20 WIB

Jangan Kalap saat Idul Adha, Ini Batas Aman Makan Daging Kambing

Jangan Kalap saat Idul Adha, Ini Batas Aman Makan Daging KambingIlustrasi syarat kambing kurban (Freepik)

INDOZONE.ID - Idul Adha selalu identik dengan aneka olahan daging kurban yang menggugah selera. Mulai dari sate kambing, gulai, tongseng, hingga rendang, semuanya menjadi sajian favorit yang dinikmati bersama keluarga. 

Namun, di tengah euforia menyantap hidangan khas hari raya, banyak orang kerap lupa memperhatikan jumlah konsumsi daging yang masuk ke tubuh.

Lalu, seberapa banyak konsumsi daging kambing yang dianggap aman saat Idul Adha? Berikut penjelasannya.

Baca juga: Benarkah Daging Kambing Biang Kerok Hipertensi? Guru Besar Fakultas Peternakan IPB Buka Suara

Daging Merah Tetap Boleh Dikonsumsi saat Idul Adha

Jangan Kalap saat Idul Adha, Ini Batas Aman Makan Daging KambingIlustrasi daging merah (Freepik/chandlervid85)

Masyarakat sering kali menganggap daging kambing sebagai pemicu berbagai penyakit, mulai dari hipertensi hingga kolesterol tinggi. Faktanya, konsumsi daging kambing tidak sepenuhnya berbahaya selama porsinya masih terkendali.

Para ahli gizi menjelaskan bahwa lembaga kesehatan dunia seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) telah memberikan rekomendasi mengenai batas konsumsi daging merah. Konsumsi daging merah matang disarankan tidak lebih dari 500 gram dalam seminggu.

Jika dibagi per hari, jumlah tersebut setara sekitar 70 hingga 100 gram daging matang. Jumlah itu sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi sebagian kebutuhan protein harian orang dewasa.

Baca juga: 4 Pilihan Susu Kambing Etawa untuk Mengatasi Asam Urat pada Anak Muda

Konsumsi yang melebihi batas dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, terutama penyakit kardiovaskular. Risiko lainnya termasuk hipertensi dan kanker kolorektal apabila pola makan tinggi daging merah dilakukan terus-menerus tanpa diimbangi asupan serat.

Meski begitu, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir saat menikmati hidangan Idul Adha. Selama hanya berlangsung beberapa hari dan tidak dilakukan berlebihan, tubuh umumnya masih mampu menoleransi asupan tersebut dengan baik.

Kenapa Banyak Orang Kalap Makan Daging saat Idul Adha?

Momentum Idul Adha memang berbeda dibanding hari biasa. Persediaan daging melimpah membuat banyak keluarga mengolahnya menjadi berbagai menu lezat sepanjang hari. Tak jarang, seseorang bisa makan sate saat siang, lalu gulai atau tengkleng pada malam harinya.

Kondisi ini membuat asupan lemak dan protein meningkat drastis dalam waktu singkat. Jika tidak dikontrol, tubuh bisa mengalami gangguan pencernaan hingga peningkatan tekanan darah, terutama pada orang yang sensitif terhadap lemak jenuh.

Selain itu, cara memasak juga turut memengaruhi dampak kesehatan. Penggunaan santan berlebihan, minyak banyak, atau proses pembakaran yang terlalu gosong dapat meningkatkan kandungan lemak dan zat berbahaya pada makanan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Totalwellnesshealth.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jangan Kalap saat Idul Adha, Ini Batas Aman Makan Daging Kambing

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!