Ilustrasi perawatan kulit wajah (Pexels/Polina Tankilevitch)
INDOZONE.ID - Tren perawatan kulit berbahan dasar hewani, belakangan ini kembali mencuat. Mulai dari balm berbasis lemak sapi (beef tallow), hingga perawatan wajah menggunakan sperma salmon.
Produk-produk tersebut semakin populer di media sosial, spa kelas atas, hingga pasar lokal.
Namun, di balik popularitasnya, para ahli mengingatkan, manfaatnya belum didukung bukti ilmiah yang kuat.
Dikutip dari Hindustan Times, seorang peternak asal California, Amerika Serikat, Bryan Vander Dussen, awalnya bekerja di sektor peternakan sapi perah, sebelum beralih menjual daging sapi.
Dalam setahun terakhir, ia bersama istrinya mulai memproduksi balm dari lemak organ sapi yang diolah menjadi produk perawatan kulit.
Baca juga: Dari Sperma Salmon hingga Kotoran Burung, Tren Skincare Aneh yang Ternyata Punya Landasan Sains
Tantangan utama yang mereka hadapi adalah, menciptakan formula yang tidak beraroma seperti daging. Untuk mengatasi hal tersebut, mereka menambahkan bahan seperti lavender dan jeruk, guna menetralisir bau khas lemak sapi.
Peristiwa ini mencerminkan tren yang lebih luas, yakni meningkatnya minat konsumen terhadap produk perawatan kulit berbahan alami, termasuk yang berasal dari hewan.
Ilustrasi perawatan kulit (Pexel/Cottonbro)
Produk seperti pelembap berbasis lemak sapi dan facial berbahan sperma salmon kini semakin diminati. Banyak yang mempromosikannya sebagai alternatif alami dibanding bahan sintetis.
Menurut profesor sosiologi dari Rutgers University, Norah MacKendrick, tren ini berkaitan dengan meningkatnya kekhawatiran masyarakat, terhadap dampak bahan kimia dalam produk perawatan pribadi.
“Dalam beberapa tahun terakhir, ada gerakan yang mendorong konsumsi produk berbasis hewani. Hal ini tampaknya juga merambah ke dunia kosmetik,” ujar MacKendrick.
MacKendrick juga menyoroti peran ibu sebagai salah satu pendorong tren ini, terutama karena meningkatnya kesadaran terhadap keamanan produk untuk anak-anak.
Sementara itu, tren seperti penggunaan sperma salmon, juga dipengaruhi oleh persepsi bahwa, negara seperti Korea Selatan lebih inovatif dalam dunia skincare.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times