Ilustrasi Perbedaan Maag dan Asam Lambung. (Freepik)
INDOZONE.ID - Masih banyak orang yang menganggap maag dan asam lambung adalah penyakit yang sama.
Meski sama-sama menyerang sistem pencernaan dan sering menimbulkan keluhan yang mirip, keduanya memiliki perbedaan. Memahami perbedaannya penting agar penanganan yang dilakukan lebih tepat.
Baca juga: Salmon Mentah Kaya Nutrisi, Tapi Bisa Berbahaya bagi Kelompok Tertentu
Maag atau dispepsia merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kumpulan gejala gangguan pencernaan bagian atas.
Jadi, maag sebenarnya bukan nama penyakit tertentu, melainkan kondisi yang menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas.
Baca juga: Waspada, Salmon Mentah Rentan Kontaminasi Organisme dan Zat Berbahaya!
Sementara itu, asam lambung atau GERD (gastroesophageal reflux disease) terjadi ketika asam dari lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup yang memisahkan kedua organ tersebut.
Pada maag, keluhan biasanya lebih banyak dirasakan di area perut. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain perut terasa penuh, kembung, mual setelah makan, sering bersendawa, hingga nyeri atau rasa perih di ulu hati.
Sedangkan asam lambung, gejala sering muncul di area dada dan tenggorokan.
Baca juga: Ahli Ungkap Terobosan Baru Pengobatan Kanker Ovarium untuk Kurangi Tingginya Angka Kematian
Penderitanya bisa merasakan sensasi panas atau terbakar di dada (heartburn), mulut terasa asam atau pahit, tenggorokan terasa mengganjal, suara menjadi serak, hingga kesulitan menelan.
Gejala asam lambung juga sering memburuk saat malam hari atau ketika berbaring setelah makan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Alodokter