Ilustrasi orang kurang tidur. (Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels)
INDOZONE.ID - Tidur menjadi salah satu fondasi utama kesehatan, yang kerap disebut sebagai ‘aturan emas’ gaya hidup sehat.
Banyak orang berusaha memenuhi anjuran tidur selama 7–8 jam setiap malam. Namun, ketika kualitas atau durasi tidur terganggu, dampaknya tidak hanya berupa rasa lelah.
Kurang tidur, dapat memengaruhi kesehatan mental sekaligus menurunkan kemampuan kognitif otak secara signifikan.
Banyak orang menganggap, kurang tidur hanya menyebabkan rasa kantuk di pagi hari. Padahal, dampaknya bisa jauh lebih luas dan memengaruhi cara otak memproses informasi, mengatur emosi, hingga merespons stres.
Seorang psikolog klinis menjelaskan, tidur memiliki punya peran penting dalam memperbaiki fungsi neurologis, dan menjaga kejernihan mental.
Baca juga: Awas! Kurang Tidur Ganggu Sistem Pembersih Otak: Bisa Picu Racun Penyebab Demensia ‘Numpuk’
Psikolog klinis di Sir H N Reliance Foundation Hospital, Mumbai, Mehezabin Dordi, menjelaskan, tidur punya peran vital dalam proses pemulihan sistem saraf.
Menurutnya, tidur membantu memulihkan fungsi kognitif, mengatur emosi, serta menjaga kejernihan pikiran.
“Tidur sangat penting untuk proses perbaikan neurologis yang aktif. Saat tidur terganggu, kemampuan otak dalam memproses informasi juga ikut menurun,” ucap Dordi, dikutip dari Hindustan Times.
Ilustrasi anak susah tidur. (Freepik)
Berdasarkan pengalaman klinis dalam menangani pasien dengan gangguan kecemasan, depresi, dan stres, Dordi menilai, kurang tidur sering kali menjadi faktor yang diremehkan dalam masalah kesehatan mental.
“Kurang tidur adalah salah satu penyebab yang paling sering diabaikan dalam menurunnya kejernihan mental dan keseimbangan emosional,” katanya.
Kurang tidur dapat memengaruhi berbagai fungsi penting di otak. Mulai dari pengaturan emosi hingga kemampuan berpikir. Berikut, empat dampak utama kurang tidur terhadap otak:
Saat tubuh kekurangan tidur, bagian otak yang disebut amigdala, yang berperan sebagai sistem alarm emosional, menjadi lebih reaktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times