INDOZONE.ID - Rasa lelah biasanya identik dengan kurang tidur, pekerjaan yang menumpuk, atau aktivitas fisik yang terlalu padat. Namun, ada satu penyebab yang sering luput dari perhatian, yaitu beban emosi yang terus dipendam.
Salah satunya adalah rasa dendam atau sakit hati yang tidak kunjung dilepaskan. Sekilas mungkin hanya terasa sebagai luka batin biasa.
Padahal, ketika seseorang terus mengingat perlakuan buruk orang lain, menyalahkan keadaan, atau berulang kali memutar kejadian yang menyakitkan di dalam pikirannya, tubuh juga ikut menerima dampaknya.
Tanpa disadari, otak akan terus menganggap pengalaman tersebut sebagai ancaman yang belum benar-benar selesai. Akibatnya, tubuh tetap berada dalam kondisi waspada sehingga energi terus terkuras, meski tidak sedang melakukan aktivitas berat.
Baca juga: Perut Sering Mulas Ketika Berada di Situasi Tegang? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Memelihara rasa kesal dalam waktu lama membuat pikiran sulit beristirahat.
Alih-alih menikmati kehidupan saat ini, perhatian justru habis untuk mengingat orang yang pernah menyakiti atau kejadian yang sudah berlalu.
Kondisi tersebut membuat tubuh terus berada dalam respons stres. Jika berlangsung berulang kali, tubuh akan menghabiskan lebih banyak energi untuk mempertahankan kondisi siaga dibandingkan memulihkan diri.
Itulah mengapa sebagian orang merasa cepat lelah, sulit berkonsentrasi, suasana hati mudah berubah, hingga merasa kehabisan tenaga meski aktivitas hariannya tidak terlalu padat.
Baca juga: Sering Sakit Punggung Bawah? Bisa Jadi Amarah yang Selama Ini Kamu Pendam Penyebabnya!
Sederhananya, semakin sering luka lama diputar kembali di dalam kepala, semakin besar pula energi yang terbuang untuk sesuatu yang sebenarnya sudah tidak bisa diubah.
Hubungan antara memendam dendam dan kesehatan ternyata bukan sekadar anggapan.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Behavioral Medicine melibatkan 332 orang dewasa selama lima minggu menemukan bahwa individu yang memiliki kemampuan memaafkan lebih baik cenderung mengalami tingkat stres yang lebih rendah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber