Ilustrasi lelah bekerja. (Pexels/Energepic.com)
INDOZONE.ID - Jam menunjukkan pukul 17.00. Laptop sudah ditutup, notifikasi kerja mulai sepi, dan secara teknis hari kerja selesai.
Tapi anehnya, bukannya merasa lega, kamu justru merasa lelah banget — bukan di badan, tapi di kepala.
Kalau kamu sering merasakan hal ini, kamu nggak sendirian.
Banyak orang mengira rasa capek itu hanya datang dari aktivitas fisik. Padahal, pekerjaan yang minim gerak justru bisa jauh lebih menguras energi — secara mental dan emosional.
Kondisi ini dikenal sebagai mental fatigue atau kelelahan mental, yang sering muncul akibat tekanan kerja, beban pikiran, dan tuntutan emosional selama seharian.
Baca juga: Merasa Diri Nggak Ada Artinya? 5 Langkah Ini Bisa Ubah Cara Pandang Kamu tentang Diri Sendiri
Kelelahan setelah kerja ternyata bukan sekadar perasaan. Secara ilmiah, otak memang mengalami perubahan ketika dipaksa fokus terus-menerus.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa saat kita bekerja dengan tekanan tinggi dan konsentrasi penuh dalam waktu lama, tubuh ikut merespons. Detak jantung meningkat, fokus menurun, dan performa perlahan drop.
Lebih dalam lagi, studi menemukan adanya penumpukan zat kimia di otak bernama glutamate.
Zat ini memang penting untuk berpikir, tapi kalau terlalu banyak, justru bikin otak terasa “penuh” dan sulit fokus.
Inilah yang sering kita rasakan sebagai brain fog — kepala terasa berat, susah mikir, bahkan hal kecil pun terasa melelahkan.
Baca juga: Cuti Menikah Berapa Hari? Ini Hak Karyawan dan Cara Pintar Ajukan ke HRD
Coba ingat rutinitas kerja kamu: balas email, ikut meeting, buka file, pindah ke chat, lalu ke tugas lain. Semua dilakukan hampir tanpa jeda.
Kebiasaan multitasking ini bikin otak harus terus “pindah jalur” dengan cepat. Akibatnya, energi mental terkuras tanpa disadari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Thetalkshop.com.au