Ilustrasi kanker payudara (Freepik/diana.grytsku)
INDOZONE.ID - Kanker pada perempuan kini menjadi perhatian serius, seiring perubahan gaya hidup modern yang semakin minim aktivitas fisik.
Senior Consultant Medical Oncologist Parkway Cancer Centre, Singapura Dr. See Hui Ti, menyebut, dalam 20 tahun terakhir, terjadi pergeseran jenis kanker dari serviks ke payudara. Tapi tak menutup kemungkinan, kanker rahim juga akan meningkat.
“Alasan kenapa meningkat, karena berbeda dengan pendahulu kita ya, kakek nenek kita, itu semuanya aktif, mereka bekerja di ladang. Sekarang di kantor, duduk, scrolling-scrolling, itu menyebabkan kurangnya aktivitas fisik yang bisa menyebabkan meningkatnya jumlah kasus kanker pada wanita,” ujarnya dalam Exclusive Media Roundtable & Interview di Jakarta, baru-baru ini.
Namun dari sekian banyak jenis kanker yang rentan diidap wanita, kanker serviks sebenarnya paling mudah dicegah. Para perempuan disarankan untuk melakukan vaksinasi HPV karena cara ini disebut yang paling paten.
Baca juga: Pria Wajib Tahu! Ini Hasil Studi Terbaru tentang Manfaat dan Risiko Terapi Testosteron
“Tidak ada cara yang lebih efektif selain vaksinasi. Sebagai orang Indonesia, jika Anda memiliki anak baik laki-laki maupun perempuan, maka vaksinasi HPV sesuai anjuran pemerintah yang kini sudah digulirkan sejak usia sekolah adalah cara yang paling benar," katanya.
Dr. See menegaskan, dengan adanya intervensi dari pemerintah yang memberikan vaksin HPV itu merupakan salah satu cara paling ampuh untuk menanggulangi kanker serviks.
“Jadi kita mengharapkan kanker serviks akan terus dikurangi setiap tahun, setiap dekade, dan bisa menjadi risiko yang sangat rendah bagi wanita di Indonesia selama 20 tahun.”
“Dengan adanya penanggulangan tadi, kita akan bisa melihat pertahunnya juga makin menurun dalam 10 tahun dan diharapkan akan mencapai angka yang sangat-sangat rendah dalam jangka waktu 20 tahun,” paparnya.
Baca juga: Perhatian! Vitamin C Ternyata Tidak Efektif Turunkan Asam Urat
Untuk diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyediakan vaksin HPV secara gratis bagi anak perempuan kelas 5 dan 6 SD.
Vaksin ini wajib untuk mencegah kanker serviks dan diberikan melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang rutin dilaksanakan setiap bulan Agustus dan November.
Program nasional ini menyasar anak usia 11 dan 12 tahun, serta diberikan sebanyak dua dosis. Pemberian vaksin HPV dinilai sangat penting dan efektif untuk menekan angka kematian akibat kanker leher rahim yang angkanya masih cukup tinggi di Indonesia.
Kemenkes menargetkan cakupan vaksin HPV tersebut sebanyak 90 persen pada anak perempuan usia 15 tahun di tahun 2030.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan