Sabtu, 28 JUNI 2025 • 20:00 WIB

Kok Bangun Tidur Malah Capek? Ini Penyebab ‘Sleep Inertia’ yang Jarang Disadari!

Author

ilustrasi sleep inertia

INDOZONE.ID - Pernah ngerasa udah tidur 8 jam, tapi pas bangun malah lemas, kepala berat, dan mood berantakan? 

Padahal secara teori, waktu tidurmu sudah cukup. Tapi kenapa badan tetap nggak segar, bahkan kayak habis lari maraton semalaman?

Kondisi ini dikenal sebagai sleep inertia, yaitu kondisi saat otak dan tubuh belum sepenuhnya “nyala” walaupun mata sudah terbuka. 

Ibaratnya kayak komputer yang masih loading: layar udah nyala, tapi sistemnya belum siap diajak kerja.

Baca juga: 7 Efek Minum Air Rebusan Mentimun Sebelum Tidur bagi Tubuh

Sleep inertia ini bukan sekadar rasa kantuk biasa. Menurut ahli tidur dari Sleep Foundation, ini adalah transisi biologis dari fase tidur dalam menuju kesadaran penuh. 

Pada fase ini, otak—terutama bagian prefrontal cortex yang ngatur fokus dan pengambilan keputusan—masih dalam mode lambat. Akibatnya, kita bisa merasa bingung, lamban, bahkan emosional saat bangun tidur.

Biasanya, sleep inertia berlangsung sekitar 15–60 menit, tapi bisa juga lebih lama tergantung kebiasaan tidur, durasi tidur, dan bahkan waktu kamu dibangunkan. 

Misalnya, kalau kamu terbangun saat tubuh lagi dalam fase tidur terdalam (deep sleep atau slow-wave sleep), efek grogi dan berat itu bisa lebih terasa.

Bukan cuma soal durasi tidur, tapi kapan kamu tidur dan bagaimana kamu tidur. Tidur terlalu larut, sering begadang, atau punya jadwal tidur yang nggak konsisten bisa meningkatkan risiko sleep inertia. 

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Setelah Bangun Tidur, Membantu Bakar Lemak Perut Lebih Cepat

Ironisnya, semakin kamu mencoba tidur lebih lama demi “balas dendam tidur”, justru ada kemungkinan kamu bangun dengan kepala yang lebih berat dan tubuh yang terasa lebih lelah dari biasanya.

Alarm yang kasar juga bisa memperburuk efek ini. Bangun dengan suara keras yang memotong fase tidur dalam secara tiba-tiba akan bikin otak lebih “kaget” dan butuh waktu lebih lama untuk stabil.

Lalu, bagaimana cara menguranginya?

1. Tidur dan bangun di waktu yang konsisten setiap hari

Langkah ini akan membantu menstabilkan ritme alami tubuh dan mendukung kualitas tidur yang lebih baik.

2. Tidur secukupnya, tidak kurang atau berlebihan.

Waktu tidur yang ideal bagi orang dewasa adalah antara 7 hingga 9 jam setiap malam untuk mendukung kesehatan tubuh dan mental secara menyeluruh.

3. Bangun secara alami

Kamu juga bisa pakai alarm bertahap (smart alarm) yang membangunkanmu saat tidur ringan.

4. Paparan cahaya matahari

Terkena cahaya matahari alami sesegera mungkin setelah bangun. Ini akan bantu otak dan tubuh sadar lebih cepat.

5. Jangan langsung main HP atau kerja berat.

Beri tubuh waktu transisi sekitar 15–30 menit sebelum aktivitas intens.

Sleep inertia bukan gangguan kesehatan berbahaya, tapi bisa memengaruhi kualitas harimu secara keseluruhan. 

Kalau kamu sering telat mikir, cepat kesal, atau bahkan malas ngapa-ngapain padahal baru bangun, bisa jadi bukan kamu yang malas—tapi otakmu masih butuh waktu booting.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sleepfoundation.org, Lemas Saat Bangun Tidur

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU