Minggu, 06 JULI 2025 • 09:20 WIB

Madu Bisa Bunuh Bakteri? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Author

Ilustrasi madu alami. (pexels/@adonyi-foto)

INDOZONE.ID - Madu dikenal sebagai pemanis alami yang sehat dan telah digunakan sejak lama sebagai alternatif gula. Selain rasanya yang manis dan kandungan gizinya yang kaya, salah satu manfaat paling luar biasa dari madu adalah, kemampuannya dalam melawan infeksi bakteri.

Tidak hanya mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu pencernaan, menurunkan berat badan, dan meredakan gejala flu, madu juga mengandung senyawa antibakteri yang kuat.

Hal itu menjadikannya sebagai senjata ampuh dalam dunia pengobatan alami.

Dua Jenis Gula Pada Madu

Menurut SciShow, madu terdiri dari sekitar 17 persen air dan sisanya merupakan dua jenis gula utama, yakni fruktosa dan glukosa. Kedua jenis gula ini bersifat higroskopis, artinya mereka menyerap air dari lingkungan sekitarnya.

Madu yang bersifat jenuh ini, punya tekstur kental dan lengket karena tidak mudah larut pada suhu ruang. Ketika bakteri, jamur, atau mikroorganisme lain masuk ke dalam tubuh, madu bekerja menyerap air dari organisme tersebut, dan membuatnya tidak bisa bertahan hidup. 

Selain itu, kadar air dalam madu juga terlalu rendah untuk mendukung pertumbuhan mikroba, itulah sebabnya madu tidak mudah basi.

Baca juga: Madu dan Kayu Manis, Ramuan Alami yang Turunkan Berat Badan dan Tingkatkan Kesehatan

Manfaat Lebah

Namun, bukan hanya gula yang menjadikan madu sebagai zat antibakteri yang kuat. Lebah juga menambahkan enzim bernama glucose oxidase ke dalam madu. 

Enzim ini meningkatkan kadar keasaman madu, hingga mencapai kadar yang sangat tinggi. Sehingga, menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi pertumbuhan bakteri. 

Saat glucose oxidase terurai, ia menghasilkan hidrogen peroksida—senyawa yang dikenal mampu menghancurkan dinding sel bakteri.

Manfaat Madu untuk Lawan Bakteri

Tidak berhenti sampai di situ, madu juga mengandung protein bernama bee defensin-1, bagian dari sistem kekebalan tubuh lebah. Protein ini secara khusus dirancang untuk melindungi lebah dari serangan bakteri penyebab penyakit. 

Penelitian pada tahun 2010 bahkan berhasil mengisolasi protein defensin-1 ini. Hal itu menunjukkan bagaimana madu dapat digunakan secara medis, untuk mengobati luka bakar dan infeksi kulit.

Dengan kata lain, kandungan alami dalam madu adalah mimpi buruk bagi bakteri. Itulah mengapa madu dapat memberikan manfaat kesehatan yang besar bagi orang dewasa sehat, jika dikonsumsi secara rutin.

Ilustrasi Madu (Freepik)

Tidak Baik untuk Bayi di Bawah Satu Tahun

Akan tetapi, ada satu pengecualian penting. Bayi di bawah usia satu tahun, tidak disarankan mengonsumsi madu. Sekitar 10 persen sampel madu mengandung spora Clostridium botulinum, bakteri yang dapat bertahan hidup, meski terkena sifat antibakteri madu. 

Hal ini disebabkan karena spora tersebut sudah dalam keadaan kering, sehingga madu tidak bisa menyerap air darinya dan menghancurkannya. 

Sistem kekebalan tubuh orang dewasa mampu melawan spora ini. Namun, bayi yang masih memiliki sistem imun belum berkembang dengan sempurna, berisiko tinggi mengalami keracunan serius yang disebut botulisme.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical Daily

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU