Rabu, 02 JULI 2025 • 18:05 WIB

Baru Dengar Suara Kulkas Aja Udah Kaget? Bisa Jadi Kamu Alami Hypervigilance, Tanda Tubuh Lagi Mode Bertahan

Author

Ilustrasi kaget 

INDOZONE.ID - Pernah nggak, Kamu lagi santai di kamar tiba-tiba dengar suara kulkas menyala, ketukan pelan di pintu, atau notifikasi HP berbunyi. 

Lalu, tanpa alasan jelas, Kamu merasa jantung langsung berdetak kencang seolah ada ancaman besar? Kalau begitu, bisa jadi Kamu sedang berada dalam kondisi yang dikenal sebagai hypervigilance.

Meski belum banyak dibahas secara luas, fenomena ini ternyata cukup sering dialami oleh banyak orang, terutama mereka yang sedang berada dalam tekanan psikologis berkepanjangan.

Baca juga: Banyak Karyawan Indonesia Kena Obesitas, Penyebabnya Stres dan Lelah Mental!

Apa Itu Hypervigilance?

Secara sederhana, hypervigilance adalah kondisi ketika otak dan tubuh kita berada dalam mode siaga tinggi terus-menerus. Ini bukan cuma rasa gelisah biasa, tapi kondisi di mana setiap suara, gerakan, bahkan perubahan cahaya pun bisa terasa seperti sinyal bahaya bagi tubuh dan pikiran.

Orang yang mengalami hypervigilance biasanya mudah terkejut, sulit rileks, dan cenderung “membaca terlalu dalam” situasi sekitar—bahkan yang sepele. 

Kondisi ini nggak hanya mengganggu rasa nyaman, tapi juga bisa berdampak pada kualitas hidup secara menyeluruh.

Baca juga: Mager Bukan Cuma Soal Malas, Bisa Jadi Tanda Mental Fatigue

Kenapa Hypervigilance Bisa Terjadi?

Walau hypervigilance bukanlah diagnosis medis yang berdiri sendiri, kondisi ini kerap muncul sebagai bagian dari respons terhadap trauma atau tekanan psikologis yang belum terselesaikan. Misalnya:

  1. Korban kekerasan fisik atau verbal
  2. Mereka yang tumbuh di lingkungan toxic
  3. Orang yang mengalami burnout berkepanjangan
  4. Pekerja yang terus-menerus berada dalam situasi dengan tekanan tinggi
  5. Tubuh mereka seolah tidak bisa lagi membedakan mana bahaya nyata dan mana yang tidak. 

Otak mereka berada dalam mode “fight or flight” tanpa henti, bahkan saat kondisi sebenarnya aman.

Baca juga: 3 Kandungan dan Manfaat Tamanu Oil, Minyak Ajaib untuk Mengatasi Masalah Kulit, Wajib Coba!

Tanda-Tanda Kamu Sedang Mengalami Hypervigilance

Beberapa ciri atau tanda umum yang sering muncul antara lain:

  1. Mudah terkejut oleh suara atau gerakan kecil
  2. Sulit tidur karena merasa “tidak aman”
  3. Terlalu fokus pada lingkungan sekitar secara berlebihan
  4. Mudah curiga, bahkan pada orang dekat
  5. Sulit percaya bahwa semuanya baik-baik saja

Kadang, orang-orang ini juga cenderung overthinking atau bahkan merasa bersalah tanpa sebab yang jelas. Yang lebih menyedihkan: mereka sering nggak sadar kalau tubuh mereka sebenarnya sedang “berteriak” minta istirahat.

Baca juga: Psilocybin 2025: Dari Terapi Mental Sampai Gaya Hidup Digital Gen Z

Dampak Hypervigilance Bisa Lebih Serius dari yang Kamu Kira

Kalau terus dibiarkan, hypervigilance bisa berkembang menjadi gejala gangguan mental yang lebih serius, seperti PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder), gangguan kecemasan umum (generalized anxiety disorder), atau bahkan depresi. 

Bukan cuma bikin capek mental, tapi juga menguras energi fisik karena tubuh nggak pernah benar-benar istirahat.

Hubungan sosial juga bisa terganggu. Orang yang terus-menerus waspada cenderung menarik diri, sulit percaya, dan susah terbuka. Mereka mungkin dianggap “dingin” atau “jaga jarak”, padahal sebenarnya mereka hanya merasa tidak aman.

Baca juga: Suka Jajan Gorengan Setiap Hari? Hati-hati Bisa Kena Serangan Jantung di Usia 20-an

Bagaimana Mengatasi Hypervigilance?

Kalau kamu merasa mengalami gejala seperti ini, hal pertama yang bisa dilakukan adalah menyadari bahwa kamu nggak sendiri. 

Ada banyak orang yang juga mengalami hal serupa, dan kabar baiknya kondisi ini bisa dipulihkan.

Beberapa langkah awal yang bisa kamu coba:

  1. Latihan pernapasan dan mindfulness
  2. Mengurangi konsumsi kafein atau pemicu stres lainnya
  3. Membatasi paparan berita buruk atau media sosial yang bikin overthinking
  4. Cari lingkungan aman untuk istirahat mental
  5. Pertimbangkan terapi dengan psikolog profesional 

Terapi seperti CBT (Cognitive Behavioral Therapy) sudah terbukti efektif dalam membantu seseorang mengidentifikasi pola pikir negatif dan meresponnya dengan cara yang lebih sehat.

Baca juga: Alasan Kita Butuh Waktu Tenang untuk Bisa Kreatif Lagi

Kenapa Hypervigilance Semakin Umum Terjadi Sekarang?

Era digital yang serba cepat, pandemi berkepanjangan, tekanan ekonomi, tuntutan sosial, dan ekspektasi yang tidak realistis dari media—semuanya berkontribusi pada meningkatnya stres kronis di masyarakat modern. 

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka sudah terlalu lama dalam kondisi “siaga” tanpa jeda. Akhirnya, tubuh mengambil alih dengan alarmnya sendiri, dan itulah hypervigilance.

Kalau kamu merasa jantungmu deg-degan cuma gara-gara suara kulkas, itu bukan karena kamu lebay. Bisa jadi tubuhmu sedang berusaha memberitahu bahwa ada luka batin yang belum selesai.

Berikan ruang untuk dirimu sendiri. Mungkin kamu sudah terlalu lama jadi kuat, sampai lupa rasanya merasa aman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Psychcentral.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU