INDOZONE.ID - Lansia mengalami penurunan kekebalan tubuh seiring bertambahnya usia. Mereka jadi lebih rentan dengan infeksi penyakit di masa tuanya.
Infeksi penyakit yang mengintai lansia dalah Age-Related Decline in Immunity (ARDI). Lansia juga harus waspada dengan situasi tripledemic, yaitu fenomena ketika tiga virus pernapasan seperti Respiratory Syncytial Virus (RSV), Covid-19, dan Influenza bersirkulasi secara bersamaan.
Tapi infeksi virus pernapasan RSV masih kurang begitu dikenal jika dibandingkan dengan gangguan pernapasan lainnya. Selain itu, proses penegakan diagnosis RSV cukup sulit dilakukan karena gejalanya mirip dengan infeksi pernapasan lain. Proses diagnosis juga membutuhkan tes khusus yang sering kali mahal, memakan waktu, dan tidak mudah diakses secara luas.
Dalam situasi ini, lansia perlu meningkatkan imunitas dengan berbagai cara pencegahan, termasuk vaksinasi. Seperti imbauan Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan RI, dr. Imran Pambudi, MPHM, yang mendorong Kesehatan fisik dan mental lansia secara optimal.
Dalam skema Siklus Hidup, pemerintah memberi perhatian lebih pada lansia, salah satunya melalui peningkatan edukasi mengenai perlindungan kesehatan terhadap lansia dari penyakit menular dan penyakit tidak menular," kata dr Imran dalam acara Konferensi Pers “Lindungi Lansia: Cegah RSV, Wujudkan Keluarga Sehat” bersama GSK secara daring, Rabu (9/10/2025).
Baca juga: Virus Covid-19 Ternyata Masih Mengancam, Kemenkes Warning Lansia untuk Waspada
Waspada Penularan RSV
RSV bisa mengintai lansia dan diketahui infeksi ini lebih menular dibandingkan dengan Covid-19 dan memiliki tingkat kondisi medis yang lebih buruk dibandingkan dengan Covid-19 atau influenza pada dewasa.
Lebih dari itu, pada kondisi mass gathering atau kegiatan yang melibatkan banyak orang berkumpul di satu lokasi dalam waktu yang bersamaan, seperti ibadah Haji dan Umroh atau kegiatan kumpul keluarga saat liburan, berpotensi meningkatkan risiko penularan ketiga virus di atas.
dr. Imran Pambudi, MPHM menambahkan, peningkatan edukasi mengenai perlindungan terhadap lansia sangatlah penting. Termasuk mencegah risiko penyakit menular pernapasan yang dapat berdampak serius pada kelompok usia lanjut.
"Terutama bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti jantung, diabetes, atau gangguan pernapasan kronis. Oleh karena itu, penting untuk secara aktif berkonsultasi dengan tenaga medis guna mendapatkan perlindungan kesehatan yang tepat," ungkapnya.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD, FINASIM menjelaskan, menurut studi RSV dapat meningkatkan risiko rawat inap pada lansia yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes. Lebih dari itu, pasien diabetes berusia ≥65 tahun dengan RSV diperkirakan hingga 11,4 kali lebih berisiko dirawat di rumah sakit dibandingkan pasien tanpa diabetes.
"Hal ini dapat dikarenakan mereka dengan usia di atas 60 tahun umumnya mengalami Penurunan Kekebalan Terkait Usia yang membuat semakin rentan terhadap infeksi penyakit, salah satunya RSV," tuturnya.
Baca juga: Waspadai 5 Gangguan Psikologis yang Sering Dialami Lansia, Kenali Tandanya Sejak Dini
Pentingnya Vaksinasi Lansia
Sementara itu, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa, PP PAPDI Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, menekankan bahwa untuk melindungi lansia, PAPDI telah merilis Jadwal Imunisasi Dewasa 2025 dan salah satu vaksinasi yang direkomendasikan adalah untuk RSV.
"Vaksin yang direkomendasikan utamanya bagi masyarakat 50 tahun keatas ini dapat menjadi antisipasi terjadinya tripledemic yaitu kejadian penyakit infeksi saluran pernapasan yang diakibatkan oleh Influenza, Covid-19, dan RSV. Maka sangat penting untuk memprioritaskan vaksinasi untuk individu dalam populasi berisiko tinggi, termasuk mereka yang sudah berusia di atas 50 tahun dan memiliki kondisi medis kronis," terang dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Zoom Meeting