INDOZONE.ID - Memar atau perdarahan akibat luka kecil, mungkin dianggap hal biasa. Namun, jika kondisi ini terjadi terlalu sering tanpa sebab yang jelas, bisa jadi merupakan tanda masalah kesehatan tertentu.
Beberapa faktor gaya hidup yang kurang baik maupun penyakit, dapat menyebabkan memar atau perdarahan yang tidak wajar. Sehingga, penting untuk mengenali gejalanya sejak dini.
Berikut, tujuh kondisi yang bisa menyebabkan memar dan perdarahan tidak biasa:
1. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Menurut National Institutes of Health (NIH) yang dikutip dari Medical Daily, kerusakan hati akibat konsumsi alkohol, dapat memengaruhi jumlah sel darah dalam tubuh.
Kerusakan hati mengganggu produksi protein penting, yang berfungsi dalam proses pembekuan darah. Akibatnya, tubuh dapat mengalami kekurangan trombosit yang memicu perdarahan berlebihan.
Baca juga: Awas! Ini 3 Tanda Awal Kerusakan Hati yang Sering Diabaikan: Salah Satunya Mudah Memar
2. Leukemia
Leukemia atau kanker darah, juga menurunkan jumlah trombosit sehingga proses pembekuan darah terganggu. Cleveland Clinic menjelaskan, penderita leukemia dapat mengalami perdarahan pada gusi, hidung, hingga muncul darah pada urine atau tinja.
Memar bisa timbul hanya dari benturan kecil, dan bintik kemerahan bernama petechiae, dapat muncul di bawah kulit.
3. Penuaan
Seiring bertambahnya usia, kulit menjadi lebih tipis dan kehilangan lapisan lemak pelindung. Padahal, lapisan itu berfungsi meredam benturan pembuluh darah kecil.
Mayo Clinic menyebutkan, hal ini membuat orang lanjut usia lebih mudah mengalami memar, meski hanya karena benturan ringan.
4. Obat Pereda Nyeri
Beberapa obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen, memiliki efek mengencerkan darah. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko perdarahan dan memar.
Terlebih, pada pasien yang juga mengonsumsi obat pengencer darah untuk mencegah penyakit jantung.
5. Hemofilia dan Penyakit Von Willebrand
Dua kelainan darah ini disebabkan oleh kekurangan faktor pembekuan. American Society of Hematology menyebutkan, penyakit ini biasanya diturunkan sejak lahir, namun dalam kasus tertentu, bisa muncul akibat sistem kekebalan tubuh menyerang faktor pembekuan alami.
Penderitanya berisiko mengalami perdarahan berlebihan dari luka kecil, gusi berdarah, mimisan, hingga perdarahan internal yang bisa merusak organ dan jaringan tubuh.
6. Skurvi
Skurvi bukan hanya penyakit yang identik dengan cerita bajak laut. NIH menjelaskan, penyakit ini disebabkan kekurangan vitamin C, yakni kurang dari 10 miligram per hari selama sekitar sebulan.
Gejalanya meliputi mudah memar, gusi bengkak dan berdarah, gigi tanggal, kelelahan, nyeri sendi, hingga rambut tumbuh melingkar akibat perdarahan di sekitar folikel. Kekurangan vitamin C, juga dapat menurunkan kadar zat besi dalam tubuh.
Baca juga: Cegah Perdarahan Setelah Hubungan Seks dengan Cara Ini
7. Sindrom Cushing
Sindrom Cushing disebabkan kadar hormon kortisol yang terlalu tinggi. Mayo Clinic menyebutkan, kortisol diproduksi kelenjar adrenal dan berperan penting dalam metabolisme, tekanan darah, serta respons tubuh terhadap stres.
Kelebihan kortisol, dapat menyebabkan kulit menjadi tipis dan mudah memar. Lalu bisa juga disertai gejala lain seperti wajah membulat, timbunan lemak di antara bahu, dan munculnya garis-garis ungu pada kulit.
Oleh karena itu, memar dan perdarahan tidak biasa, tidak boleh dibiarkan begitu saja. Jika kondisi ini sering terjadi, segera konsultasikan ke tenaga medis untuk mengetahui penyebab yang mendasari.
Deteksi dini dapat membantu mencegah komplikasi serius dari penyakit-penyakit tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily