INDOZONE.ID - Kalau ngomongin bawang putih, pasti langsung kebayang aroma khasnya yang nempel di dapur, tangan, sampai mulut.
Ada yang suka banget, ada juga yang malah ogah karena baunya kuat. Tapi di balik itu semua, bawang putih sering digadang-gadang sebagai “obat alami” buat nurunin kolesterol.
Nah, masalahnya sekarang ada juga suplemen bawang putih yang praktis tinggal telan. Jadi mana yang lebih jago sebenarnya: siung bawang putih asli atau kapsul suplemen?
Beberapa penelitian bilang kalau makan satu siung bawang putih sehari bisa bantu nurunin kolesterol sampai sekitar sepuluh persen.
Baca juga: 7 Makanan Rumahan yang Bisa Bantu Cegah Rambut Rontok
Kedengarannya keren, ya. Tapi nggak semua penelitian sepakat. Ada yang bilang efektif, ada juga yang bilang biasa aja. Jadi jangan buru-buru anggap bawang putih ini penyelamat utama.
Yang bikin bawang putih dianggap sakti itu namanya allicin, zat yang muncul kalau bawang putih digeprek atau dicincang.
Zat ini katanya bisa bantu nurunin kolesterol jahat, bikin daya tahan tubuh lebih oke, sampai turunin tekanan darah.
Tapi ada kelemahannya: allicin gampang banget hilang kalau bawang putih dimasak terlalu lama atau diproses berlebihan. Makanya sekarang banyak orang beralih ke suplemen bawang putih.
Baca juga: Bagaimana Penyebaran dan Pencegahan Campak?
Bentuknya macam-macam: ada ekstrak bawang putih hitam yang manis-manis gimana gitu, ada aged garlic extract yang difermentasi lama banget sampai nggak bau, ada juga yang bentuknya bubuk, minyak, atau tablet.
Praktis sih, tinggal minum, beres. Tapi soal efektif atau enggaknya, lagi-lagi tergantung. Ada penelitian yang bilang ekstrak bawang putih fermentasi lebih konsisten, tapi ada juga yang percaya bawang putih segar tetap juaranya.
Terus gimana kalau kebanyakan makan bawang putih? Ya sama aja kayak kebanyakan makan apa pun, pasti ada efek sampingnya. Bau mulut jelas nomor satu.
Badan bisa ikutan bau, perut bisa kembung, bahkan ada orang yang kulitnya jadi gatal karena alergi. Jadi nggak bisa juga tiap hari makan bawang putih segenggam.
Baca juga: 5 Langkah Sederhana Untuk Mengatasi Lelah Mental Akibat Berita Negatif di Sosial Media
Porsi aman biasanya setengah sampai satu siung sehari. Kalau bentuk suplemen, dosisnya menyesuaikan produk, tapi rata-rata setara dengan dua gram bawang putih segar.
Nah, kalau ditanya mana yang lebih oke, jawabannya balik lagi ke preferensi masing-masing. Kalau kamu suka yang natural dan nggak masalah sama bau mulut, ya makan bawang putih segar aja.
Tapi kalau pengen yang praktis, tinggal minum, dan nggak mau repot mikirin bau badan, suplemen bisa jadi pilihan.
Tapi ingat, baik bawang putih segar maupun suplemen bukanlah “senjata pamungkas” buat nurunin kolesterol. Anggap aja mereka pemain tambahan.
Baca juga: Dunia Farmasi Butuh Peneliti Wanita Kembangkan Obat Herbal
Pemain utamanya tetap gaya hidup sehat: makan makanan seimbang, olahraga, cukup tidur, dan kalau perlu tetap konsumsi obat dari dokter.
Jadi, mau pilih bawang putih asli atau versi pilnya, dua-duanya oke-oke aja. Yang penting jangan berharap satu siung bawang putih atau satu kapsul bisa langsung bikin kolesterol turun drastis.
Sehat itu hasil dari kebiasaan kecil yang konsisten, bukan dari satu bahan ajaib.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medicalnewstoday.com