Minggu, 14 SEPTEMBER 2025 • 09:15 WIB

HPV Dikaitkan dengan Kanker Kepala dan Leher, Begini Pengaruhnya terhadap Tingkat Kesembuhan Pasien

Author

Ilustrasi vaksin HPV yang akan diberikan ke pasien. (Freepik)

INDOZONE.ID - Penelitian terbaru menunjukkan, Human Papillomavirus (HPV) punya peran yang lebih luas dalam memicu kanker kepala dan leher, dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya.

Hasil riset yang dipublikasikan di Journal of Clinical Oncology oleh tim dari University College London dan University of Southampton ini, meneliti keterlibatan HPV dalam perkembangan tumor. 

Selain itu, mereka sekaligus mengevaluasi potensi pilihan pengobatan bagi pasien dengan jenis kanker tertentu.

HPV dan Keterkaitannya dengan Kanker

Dikutip dari Medical Daily, HPV diketahui menginfeksi kulit serta membran lembap di beberapa bagian tubuh. Virus ini telah lama dikaitkan dengan munculnya kanker, khususnya kanker serviks dan kanker amandel (orofaringeal).

Baca juga: Wow! Ekstrak Brokoli Berpotensi Cegah Kanker Kepala dan Leher

Sejumlah bukti menunjukkan, kanker orofaringeal yang berhubungan dengan HPV (HPV+) lebih mudah dideteksi sel imun tubuh (T-cell).

Sehingga, pasien dengan kanker jenis ini, cenderung lebih responsif terhadap pengobatan dibandingkan mereka yang memiliki tumor tipe HPV-.

Perbedaan Respons Pada Lokasi Kanker Lain

Ilustrasi vaksin HPV. (Freepik)

Tim peneliti mencoba menguji hipotesis tersebut, pada sejumlah kecil kasus kanker kepala dan leher di luar area amandel. Namun, peluang kesembuhan untuk kasus HPV+ tidak meningkat pada jenis kanker lainnya.

Kami tidak menemukan manfaat yang sama pada tingkat kesembuhan, maupun infiltrasi T-cell pada kanker HPV+ di area kepala dan leher lainnya, seperti yang kami lihat pada kanker amandel HPV+,” ujar penulis utama studi sekaligus peneliti senior di UCL Cancer Institute, Dr. Tim Fenton.

Menurutnya, perbedaan utama ini kemungkinan disebabkan struktur anatomi amandel, yang memang terdiri dari jaringan limfoid, sehingga kaya akan sel imun. 

Ada kemungkinan kanker yang berkembang di amandel lebih terlihat oleh sistem imun, berbeda dengan lokasi lain,” ucap Fenton.

Peluang Pengembangan Vaksin Terapi HPV

Fenton menambahkan, saat ini sudah ada vaksin terapi yang ditargetkan pada HPV, dan sedang dalam tahap uji klinis. Hal ini membuka ruang penelitian lebih lanjut, terkait keterkaitan virus dengan kanker kepala dan leher.

Saat ini kami hanya melakukan tes HPV untuk kanker orofaringeal, bukan untuk kanker yang muncul di area kepala dan leher lain. Padahal, meski jumlah pasiennya relatif kecil—sekitar 1 dari 25 pasien—mereka berpotensi mendapat manfaat dari vaksinasi,” kata Fenton.

Terlebih, ketika pengobatan ini semakin berkembang. Karena itu, tes HPV sebaiknya dilakukan lebih luas pada kanker kepala dan leher,” lanjutnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical Daily

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU