INDOZONE.ID - Kalau ngomongin soal pasang ring jantung atau dalam istilah medisnya angioplasti koroner dengan stent, banyak orang langsung mikir, “Waduh, itu operasi besar ya?”
Padahal, kenyataannya enggak seseram yang dibayangkan. Prosedur ini justru jadi salah satu jalan ninja buat menyelamatkan nyawa orang yang punya penyakit jantung koroner.
Nah, biar gak bingung, yuk kita bahas pakai bahasa sederhana. Anggap aja kita lagi ngobrol santai sambil ngopi.
Apa Sih Ring Jantung Itu?
Bayangin ada pipa air di rumahmu. Kalau pipanya ketutup kerak atau kotoran, airnya macet, kan? Sama halnya dengan pembuluh darah jantung.
Jika pembuluh darah mampet, otomatis darah gak ngalir lancar, alhasil jantung bisa “ngambek”.
Nah, dokter bakal masukin selang kecil (kateter) ke pembuluh darah. Lalu dibuka pakai balon kecil, terus dipasangin cincin kawat mungil (stent/ring) biar alirannya tetap terbuka.
Jadi gampangnya ring jantung itu cincin besi mini buat buka jalan pipa darah yang mampet.
Baca juga: Kenapa Risiko Serangan Jantung Bisa Dua Kali Lipat di Malam Hari? Ini Penjelasannya
Kapan Biasanya Ring Dipasang?
Ring jantung ini biasanya dipasang jika seseorang kena sindrom koroner akut atau (SKA). Ada tiga jenisnya yakni.
- STEMI, serangan jantung parah, sumbatan total. Ini bahaya banget, harus ditolong cepat.
- NSTEMI, serangan jantung lebih ringan, sumbatan sebagian. Tetap butuh tindakan serius.
- Angina tidak stabil dimana dada suka sakit karena sumbatan datang-datang pergi.
Harapan Hidup Setelah Pasang Ring Jantung
Ini nih yang bikin banyak orang penasaran. Harapan hidup jika kita udah pasang ring jantung berbeda-beda sesuai kondisi.
Dalam kondisi STEMI (serangan jantung parah), kalau ring dipasang dalam 24 jam, peluang hidup sampai 5 tahun ke depan bisa tembus 85%. Tanpa ring? Turun jadi sekitar 59% aja.
Lain lagi dalam situasi NSTEMI (serangan lebih ringan), pasang ring lebih cepat bisa nurunin risiko kematian sampai 58% dalam 28 hari pertama. Mantap kan?
Khusus untuk Angina gak stabil, di mana ring bikin dada gak sesak lagi, pasien bisa balik aktivitas normal lebih cepat.
Jadi, ring ini ibaratnya penjaga gerbang darah, biar jalan darah tetap lancar dan jantung tetap kuat.
Baca juga: Gak Melulu Ketombe, Bisa Jadi Serpihan Kulit Kepala di Rambut Itu Psoriasis! Berikut 4 Tanda Utama
Perawatan Setelah Pasang Ring
Nah, ini yang paling penting biar ringnya gak “ngambek” lagi dengan cara jaga luka bekas selang tetap kering dan bersih. Jangan berenang atau berendam dulu seminggu.
Minum obat tiap hari sesuai resep (aspirin, clopidogrel, statin). Pola hidup sehat dengan cara stop merokok, banyakin sayur & buah, olahraga ringan.
Kalau dada sakit lagi atau luka bengkak langsung ke dokter ya.
Pasang ring jantung itu bukan akhir dunia, malah bisa jadi awal kehidupan baru yang lebih sehat. Dengan prosedur yang cepat, disiplin minum obat, dan gaya hidup yang sehat angka harapan akan lebih tinggi.
Jadi, jika ada keluarga atau teman yang disarankan dokter untuk pasang ring jantung, jangan panik dulu. Ingat aja bahasa bayi tadi ini cuma cincin kecil buat buka jalan pipa darah biar jantung tetap happy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ekahospital.com