Minggu, 14 SEPTEMBER 2025 • 19:40 WIB

Studi Terbaru Ungkap Omega 3 Baik untuk Kesehatan Usus hingga Jantung, Ini Penjelasannya

Author

Ilustrasi botol suplemen. (Freepik)

INDOZONE.ID - Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat dan pola makan tinggi gula, garam, serta lemak, menjaga kesehatan tubuh menjadi tantangan tersendiri. Salah satu nutrisi penting yang sering terlupakan, namun memiliki dampak besar terhadap kesehatan jangka panjang adalah Omega-3.

Omega-3 bukan hanya untuk ibu hamil atau anak-anak. Setiap orang membutuhkan Omega-3 untuk mendukung fungsi otak, sendi, jantung, hingga kesehatan kulit dan pencernaan.

Omega-3 bukan sekadar nutrisi tambahan, karena ternyata ini pondasi penting dalam gaya hidup sehat yang mendukung keseimbangan mikrobioma usus, fungsi pencernaan, hingga pencegahan penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung, stroke, dan diabetes.

Omega-3 dan Kesehatan Usus

Selama ini, banyak orang mengira bahwa menjaga kesehatan usus cukup dengan mengonsumsi probiotik. Padahal, Omega-3 juga berperan penting dalam menjaga sistem pencernaan yang optimal.

Usus yang sehat tidak hanya bertugas mencerna dan menyerap nutrisi. Ia juga memproduksi senyawa anti-inflamasi, dan menjadi rumah bagi triliunan bakteri baik (mikrobioma) yang mendukung sistem imun dan metabolisme tubuh.

Baca juga: 5 Makanan dengan Omega 3 Lebih Tinggi dari Salmon, Apa Saja?

Dijelaskan General Manager Amway Indonesia, M. Rizal Arnex, jenis Omega-3 seperti ALA (alpha-linolenic acid), yang biasanya ditemukan pada sumber nabati seperti biji chia, terbukti mampu meningkatkan keberagaman mikrobioma usus. 

“Omega 3 itu pemimpin untuk kesehatan usus, dalam riset terbaru kesehatan usus adalah pondasi, karena dia terkoneksi ke hampir semua fungsi tubuh. Jadi usus kita itu kan dihidupi ratusan triliun bakteria, Nah ternyata, Omega 3 itu kan ada tipe namanya ALA yang tidak ada di jenis Omega 3 lain,” ujar Rizal saat memperkenalkan Nutrilite Triple Omega-3 di Jakarta.

Perkenalan Nutrilite Triple Omega-3 di Jakarta. (Indozone/Dewi)

Ternyata ALA ini bisa meningkatkan diversitas atau keberagaman mikrobioma. Kata Rizal, di dalam usus, semakin beragam mikrobiomanya, semakin sehat orangnya.

Bahkan, sebuah studi menunjukkan bahwa atlet dengan mikrobioma usus yang lebih beragam memiliki tingkat recovery lebih cepat dan kapasitas kerja lebih tinggi. Artinya, Omega-3 berperan dalam performa dan kesehatan tubuh, bahkan di luar pencernaan.

Baca juga: Ini Dia 5 Sumber Omega 3 yang Baik selain dari Ikan

Omega-3 Sebagai Penangkal Inflamasi

Setiap hari, tubuh kita rentan terhadap inflamasi marena pola makan tinggi GGL (gula, garam, lemak), konsumsi makanan olahan, stres dan paparan polusi.

Omega-3 terutama EPA dan DHA dari ikan laut dalambersifat anti-inflamasi alami yang mampu mempercepat pemulihan usus, mengurangi peradangan lambung, bahkan memperbaiki kerusakan jaringan akibat stres oksidatif.

Tak hanya untuk yang memiliki masalah pencernaan, Omega-3 juga penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima, apalagi di era modern yang penuh tekanan dan risiko kesehatan.

Mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM)

Menurut WHO dan Kementerian Kesehatan RI (2025), penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, dan diabetes menyebabkan 75% kematian di Indonesia. Salah satu penyebab utamanya adalah gaya hidup tidak sehat dan kurangnya konsumsi Omega-3.

Sementara itu, American Heart Association merekomendasikan 1,1–1,6 gram ALA per hari. Serta 250–500 mg EPA + DHA untuk orang dewasa.

Sayangnya, makanan sehari-hari masyarakat Indonesia sering tidak memenuhi kebutuhan ini. Ikan laut yang merupakan sumber utama Omega-3 pun tidak semua orang konsumsi setiap hari, dan seringkali terkontaminasi oleh logam berat.

Cara Memenuhi Asupan Omega-3 dalam Tubuh

Belum tentu seseorang bisa mencukupi kebutuhan harian Omega-3 dari makanan. Banyak ahli kini merekomendasikan penggunaan suplemen berkualitas. 

Peneliti dan Formulator Nutrilite Jennifer Dang, menjelaskan, suplemen Triple Omega-3 merupakan terobosan baru dengan sumber Omega-3 terbaik dari ikan laut dan biji chia organik.

“Bentuknya softgel yang lebih kecil juga menjadikan konsumsi sehari-hari lebih nyaman sehingga manfaatnya lebih maksimal,” ujarnya. 

Jennifer merekomendasikan kepada setiap orang agar mengonsumsi satu kapsul softgel Omega-3 ALA dalam sehari, agar manfaatnya lebih terasa dan bisa membuat tubuh lebih bugar. Sementara satu kapsul itu mengandung 528 mg fish oil yang terbagi EPA 286 mg dan DHA 214 mg. Lalu terdapat chia seed oil atau ALA sebanyak 20 mg dan dilengkapi vitamin E sekira 13 mg. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU