INDOZONE.ID - Salah satu ruangan di rumah bisa menjadi sesuatu yang berbahaya jika tidak diantisipasi dengan baik. Ruangan tersebut yakni kamar mandi.
Seorang dokter jantung, Dr. Dmitry Yaranov, mengungkapkan, kamar mandi bisa menjadi ruang paling berbahaya di rumah. Hal itu disampaikan melalui akun Instagram miliknya baru-baru ini.
Ia bilang, kamar mandi sebagai ‘silent danger’ atau bahaya tersembunyi, bahkan menamainya sebagai the most dangerous room in your house atau ruangan paling berbahaya di rumah.
Menurut Dr. Yaranov, risiko yang paling mengkhawatirkan di kamar mandi adalah kemungkinan pingsan, bahkan meninggal dunia saat menggunakan toilet.
“Setiap tahun, ribuan orang pingsan atau bahkan meninggal saat berada di toilet,” ujarnya dikutip dari Hindustan Times.
Baca juga: Mengapa Kamar Mandi Hotel Ada Dinding Kaca? Ini Alasannya
Bahaya Konstipasi dan Manuver Valsava
Dokter Yaranov menjelaskan, menahan napas dan mengejan ketika mengalami konstipasi atau sembelit, dapat memicu kondisi yang disebut manuver Valsava.
Proses ini menyebabkan tekanan di dalam dada meningkat, aliran darah ke jantung berkurang, tekanan darah menurun, hingga suplai oksigen ke otak terganggu.
“Pernahkah kamu merasa pusing atau kepala ringan di kamar mandi? Kamu tidak sendirian,” kata Yaranov.
Menurutnya, kondisi tersebut bisa dialami siapa saja, terutama saat mengejan terlalu kuat.
Risiko Lebih Tinggi bagi Penderita Penyakit Jantung
Risiko berbahaya ini akan semakin besar pada orang dengan kondisi medis tertentu, seperti penyakit jantung, gangguan irama jantung (aritmia), atau mereka yang mengonsumsi obat gagal jantung dosis tinggi.
Obat-obatan tersebut dapat menurunkan tekanan darah, sehingga meningkatkan kemungkinan pingsan atau kehilangan kesadaran di kamar mandi.
“Jika kamu memiliki penyakit jantung, aritmia, atau sedang mengonsumsi obat gagal jantung dosis tinggi yang sudah menurunkan tekanan darah, maka risikonya jauh lebih tinggi,” ucap Yaranov menjelaskan.
Cara Pencegahan
Untuk mengurangi risiko, Yaranov menekankan pentingnya menjaga kesehatan pencernaan.
“Atasi penyebabnya, dengan perbanyak konsumsi serat, cukup hidrasi, lakukan aktivitas fisik harian, dan gunakan pelunak feses jika diperlukan,” katanya.
Ia juga mengingatkan, agar masyarakat tidak mengabaikan konstipasi kronis.
“Jangan anggap sepele sembelit kronis, itu bukan sekadar membuat tidak nyaman, tetapi juga bisa berbahaya,” imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times