INDOZONE.ID – Stres saat mengemudi ternyata tidak cuma memengaruhi emosi, tetapi juga berdampak pada kesehatan sistem kemih.
Terlebih, bagi pria dengan pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH).
Hal tersebut dijelaskan Dokter Ahli Saraf dari Apollo Hospitals Jubilee Hills, Hyderabad, Dr. Sudhir Kumar. Ia menegaskan, stres akibat mengemudi dapat memperparah keinginan buang air kecil yang mendesak, dan sering terjadi pada penderita BPH.
“Stres saat mengemudi memang tidak memperburuk kondisi prostat secara langsung, tetapi dapat meningkatkan urgensi dan frekuensi buang air kecil, melalui hormon stres, postur tubuh, serta sensitivitas kandung kemih yang lebih tinggi,” tulis Dr. Kumar, dikutip dari Hindustan Times.
Baca juga: Jangan Sepele! Ini 3 Bahaya Menahan Pipis saat Perjalanan Mudik
Menurutnya, ada empat faktor utama yang membuat pria lebih sering ingin buang air kecil saat berkendara:
- Aktivasi saraf simpatis akibat stres, seperti kemacetan atau tekanan waktu.
- Duduk terlalu lama, yang memperburuk aliran darah di panggul dan meningkatkan rasa ingin buang air kecil.
- Perhatian berlebih pada sensasi tubuh, saat stres, membuat rasa penuh pada kandung kemih terasa lebih mendesak.
- Konsumsi kafein dan minuman berenergi, yang bersifat diuretik dan mengiritasi kandung kemih.
Dr. Kumar menambahkan, kondisi ini kerap dialami pria dengan BPH, sehingga penting untuk memahami pemicu dan cara mengelolanya.
Tips Praktis untuk Pengemudi dengan BPH
Agar perjalanan lebih nyaman, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan pria dengan BPH:
- Batasi konsumsi kafein dan minuman berenergi, sebelum atau selama mengemudi.
- Atur waktu perjalanan, dengan memberikan jeda istirahat secara berkala untuk buang air kecil dan peregangan tubuh.
- Hindari menahan kencing terlalu lama, karena dapat memperburuk gejala BPH.
- Pilih pakaian longgar, khususnya di area pinggang dan panggul, untuk mengurangi tekanan pada kandung kemih.
- Konsultasikan dengan dokter, bila gejala semakin sering muncul, untuk mendapat penanganan medis yang tepat.
Dr. Kumar menegaskan, memahami pemicu dan mengelola gejala adalah kunci menjaga kualitas hidup bagi penderita BPH.
“Jangan abaikan keluhan buang air kecil, karena bisa menjadi tanda kondisi medis yang perlu ditangani lebih lanjut,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times