Senin, 29 SEPTEMBER 2025 • 20:05 WIB

Begini Pertolongan Pertama Agar Cepat Pulih Bila Terjadi Keracunan MBG

Author

Obat keracunan makanan (photo/pixabay/Gadini)

INDOZONE.ID - Kabar mengenai keracunan Makanan Bergizi Gratis atau MBG disejumlah daerah semakin santer dan viral. Perlunya kewaspadaan akan masalah ini dan tahu pertolongan pertama jika mengalami keracunan.

Dietisien dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta Fitri Hudayani membagikan cara pertolongan pertama akibat keracunan. Ada sederet makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi untuk meredakan gejala keracunan dan gangguan pencernaan.

Berikut ulasan selengkapnya yang bisa kamu simak.

Air Kelapa

Fitri mngtkn mengonsumsi air kelapa dapat menjadi pilihan untuk memulihkan dehidrasi karena keluar banyak cairan terutama setelah keracunan yang menyebabkan muntah dan diare.

“Air kelapa mengandung elektrolit sehingga bisa memulihkan, dan air kelapa juga tidak terlalu asam di lambung sehingga dapat membantu mengurangi asam yang dapat meningkatkan rasa nyaman di perut dan membantu memulihkan gejala dehidrasi,” kata Fitri kepada ANTARA, Rabu.

Baca juga: Cegah Keracunan, Gubernur Sultra Terbitkan SE Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

Bubur

Selain itu, makanan yang mudah dicerna bisa diberikan untuk meredakan mual atau saat pemulihan pascakeracunan dan hindari makanan yang memperburuk gejala seperti makanan bergas, dan makanan yang merangsang rasa mual. akanan yang baik misalnya bubur halus.

Jangan Makan Pedas

Makan pedas setelah keracunan bisa memperparah kondisinya. Hindari laukn pedas agar perut dalam kondisi aman. 

Sayuran

Sayuran yang tidak terlalu berserat dan makanan dapat ditingkatkan kepadatannya sesuai dengan proses pemulihan.

Hindari Makanan Berlemak

Hindari juga makanan terlalu berlemak misalnya gorengan, santan, atau susu full cream yang dapat merangsang gangguan pencernaan sehingga memperburuk gejala.

Gejala dan Penyebab

Fitri mengatakan, saat keracunan biasanya gejala yang timbul adalah diare, muntah, nyeri perut, dan sakit kepala yang biasanya bersifat individual.

Hal ini karena proses pemasakan yang tidak steril, penyimpanan yang kurang baik, atau jenis masakan yang berisiko disimpan terlalu lama menyebabkan basi lebih cepat seperti makanan bersantan.

Fitri mengatakan makanan bisa terkontaminasi silang dengan bakteri ketika saat memegang makanan tidak menjaga kebersihan dirinya, serta air yang dikonsumsi untuk memasak terdapat bakteri sehingga menumbuhkan patogen yang menyebabkan keracunan.

Jika dalam kondisi tertentu pasien memiliki gejala berat dengan muntah hebat terus menerus atau diare yang tidak kunjung pulih, maka disarankan melakukan tindakan medis yang serius untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Beberapa Herba Alami Dapat Meredakan Gejala Keracunan Makanan, Ini Penjelasan Ahli

Mencegah Risiko Keracunan

Untuk menghindari risiko keracunan, Fitri mengatakan sangat penting melakukan penyimpanan makanan yang tepat sesuai bahan makanannya. Selain itu juga pertimbangkan suhu penyimpanan makanan sesuai dengan waktu penyajian dan batas aman konsumsi.

“Jika membutuhkan waktu simpan yang lebih lama maka pilih jenis masakan yang umur simpan lebih lama misalnya sayur bening atau tumisan lebih aman dibandingkan sayur bersantan, dan hal ini harus diperhatikan sejak saat menyusun perencanaan menu,” saran Fitri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU