Senin, 06 OKTOBER 2025 • 11:42 WIB

Asyik Tapi Berisiko: Dampak Media Sosial pada Kesehatan Mental Remaja

Author

Ilustrasi orang bermain HP saat bersama pasangan. (Freepik)

INDOZONE.ID - Media sosial bikin hidup serba mudah berbagi cerita, cari ide, dan ngobrol dengan siapa pun di mana pun. Tapi di balik semua kemudahannya, ada sisi gelap yang sering tak disadari, terutama oleh remaja. Platform yang awalnya dibuat untuk mendekatkan manusia justru kadang membuat kita merasa makin jauh dari diri sendiri.

Orang tua pun mulai khawatir. Anak-anak mereka betah berjam-jam menatap layar hingga lupa dunia nyata. Kebiasaan ini perlahan bisa mengubah cara berpikir dan bersosialisasi. Padahal, masa remaja adalah waktu penting untuk mengenal jati diri. Jika terlalu tenggelam di dunia maya, batas antara realitas dan virtual bisa kabur.

Dan jujur saja, hidup tanpa media sosial kini hampir mustahil. Semua tren, obrolan, hingga pengakuan sosial terjadi di sana. Namun jika tak mampu mengatur diri, media sosial bisa jadi bumerang, mencuri fokus, ketenangan, bahkan kesehatan mental.

Baca juga: 5 Langkah Sederhana Untuk Mengatasi Lelah Mental Akibat Berita Negatif di Sosial Media

Dampak yang Tak Terlihat: dari Kelelahan Mental hingga Sulit Tidur

Ilustrasi sulit tidur. (freepik.com)

Media sosial memang menyenangkan, tetapi juga bisa menjadi sumber tekanan besar. Berikut efek domino yang sering muncul tanpa disadari:

  • Rasa percaya diri menurun karena terus membandingkan diri dengan orang lain.
  • Perundungan siber lewat komentar jahat dan ejekan.
  • Kecemasan sosial akibat drama pertemanan atau perasaan tersisih.
  • Kurang tidur karena sulit berhenti menggulir layar.
  • Fokus dan produktivitas menurun akibat notifikasi berlebih.
  • FOMO (Fear of Missing Out), rasa takut tertinggal tren yang membuat sulit lepas dari layar.
  • Hubungan keluarga renggang karena terlalu banyak waktu di dunia maya.

Semua ini bisa membuat remaja lelah secara emosional, padahal mereka belum tentu memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam diri mereka.

Baca juga: Media Sosial, Standar Kecantikan, dan Kesehatan Mental: Hubungan Berbahaya yang Jarang Dibahas

Tips Bermedia Sosial dengan Lebih Bijak

Melarang media sosial bukan solusi. Dunia kini serba digital, tinggal bagaimana kita beradaptasi secara sehat dan cerdas. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  • Batasi waktu online.
  • Kuasai literasi digital: pelajari cara memilah informasi dan menjaga privasi.
  • Orang tua jadi teladan: hindari sibuk dengan gawai saat bersama anak.
  • Gunakan fitur pengingat waktu seperti Screen Time untuk mengatur durasi online.

Media sosial bukan musuh, tapi juga bukan teman yang sepenuhnya aman. Ia bisa jadi tempat belajar, bersosialisasi, dan berekspresi asal tidak sampai menguasai hidupmu.

Bagi remaja, kuncinya ada pada keseimbangan dan kesadaran: tetap eksis di dunia digital tanpa kehilangan diri sendiri, serta tetap menikmati kehidupan nyata yang lebih berwarna.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bnitreatment.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU