INDOZONE.ID - Ptosis atau kelopak mata turun merupakan kondisi di mana salah satu atau kedua kelopak mata atas, tampak menggantung lebih rendah dari posisi normal.
Jika tingkat keparahannya cukup tinggi, kondisi ini dapat menyebabkan ambliopia (mata malas) atau astigmatisme. Sehingga, kondisi itu bisa berpotensi mengganggu perkembangan penglihatan, terutama pada anak-anak.
Meskipun bisa terjadi sejak lahir, ptosis umumnya lebih sering dialami orang dewasa akibat faktor penuaan atau gangguan pada otot kelopak mata.
Baca juga: Sering Terpapar Matahari? Waspadai Pterigium yang Bisa Ganggu Penglihatan
Penyebab dan Faktor Risiko
Menurut para ahli yang dikutip dari American Optometric Association, ptosis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:
- Cedera atau peregangan pada otot dan ligamen kelopak mata.
- Kerusakan saraf yang mengontrol otot kelopak mata.
- Proses penuaan alami yang melemahkan otot mata.
- Komplikasi setelah menjalani operasi mata.
- Faktor bawaan (ptosis kongenital) yang sudah ada sejak lahir karena kelainan genetik.
- Peregangan atau robekan pada otot levator, otot utama yang mengangkat kelopak mata.
Gejala Ptosis
Kondisi ini bisa dikenali dari tanda-tanda berikut:
- Sering menggosok mata karena rasa tidak nyaman.
- Penurunan kemampuan melihat, terutama saat menatap ke arah atas.
- Penglihatan menjadi kabur atau terganggu.
- Tampilan wajah terlihat tidak simetris karena kelopak mata tampak turun.
Pada anak-anak, ptosis bisa menyebabkan gangguan penglihatan jangka panjang jika tidak segera ditangani. Sedangkan pada orang dewasa, gejala utamanya sering berkaitan dengan faktor kosmetik dan kenyamanan visual.
Diagnosis
Ptosis dapat dideteksi melalui pemeriksaan fisik mata oleh dokter spesialis mata. Dokter biasanya menilai posisi kelopak mata, kemampuan otot untuk mengangkat kelopak, serta dampaknya terhadap bidang penglihatan.
Pemeriksaan tambahan seperti tes saraf atau otot, juga dapat dilakukan bila dicurigai adanya gangguan neurologis.
Baca juga: Memahami Kondisi Nistagmus: Gangguan Penglihatan Akibat Gerakan Mata Tidak Terkendali
Pilihan Pengobatan
Penanganan ptosis tergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya.
- Kasus ringan, umumnya cukup dengan pemantauan rutin dan penyesuaian kacamata.
- Kasus sedang hingga berat, dapat memerlukan tindakan medis seperti operasi kelopak mata untuk mengencangkan otot levator.
- Dalam beberapa kasus tertentu, dokter dapat merekomendasikan suntikan botox untuk memperbaiki posisi kelopak mata sementara waktu.
Bisakah Ptosis Dicegah?
Ptosis yang bersifat kongenital (bawaan lahir) tidak dapat dicegah. Namun, untuk mencegah ptosis yang disebabkan oleh faktor lain seperti cedera, operasi, atau trauma pada mata.
Sehingga, disarankan untuk menjaga kesehatan mata dan berhati-hati saat beraktivitas yang berisiko menyebabkan benturan di area wajah.
Deteksi dini, terutama pada anak-anak, menjadi kunci penting untuk mencegah komplikasi seperti ambliopia atau gangguan penglihatan permanen.
Jika kelopak mata terlihat turun secara tiba-tiba atau mengganggu pandangan, segera konsultasikan ke dokter spesialis mata untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: American Optometric Association