Ilustrasi seseorang mengalami gangguan penglihatan yang disebut Nistagmus. (Freepik)
INDOZONE.ID – Nistagmus merupakan kondisi penglihatan di mana mata bergerak berulang-ulang, tanpa terkendali. Gerakan ini bisa berupa ke samping, naik-turun, atau bahkan melingkar.
Akibatnya, penderita nistagmus sulit memandang objek dengan stabil sehingga penglihatan menjadi buram, persepsi kedalaman berkurang, dan dapat mengganggu keseimbangan serta koordinasi.
Penderita nistagmus sering kali menganggukkan atau memiringkan kepala untuk mengompensasi kondisi ini. Secara umum, nistagmus bukanlah penyakit yang berdiri sendiri, melainkan gejala dari gangguan mata atau masalah medis lainnya.
Faktor kelelahan dan stres dapat memperburuk gejala, meski penyebab pastinya sering kali tidak diketahui.
Baca juga: Waspadai Keratitis, Peradangan Kornea yang Dapat Ganggu Penglihatan
Nistagmus umumnya disebabkan masalah neurologis sejak lahir, atau masa kanak-kanak awal. Sementara itu, nistagmus yang muncul belakangan dalam hidup, dapat menjadi gejala kondisi serius, seperti stroke, multiple sclerosis, atau cedera.
Penyebab lain termasuk:
Ilustrasi seseorang mengalami gangguan penglihatan. (Freepik)
Nistagmus dapat dideteksi melalui pemeriksaan mata menyeluruh oleh dokter optometri. Pemeriksaan mencakup:
Jika dicurigai terkait masalah kesehatan lain, pasien bisa dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut seperti tes telinga, pemeriksaan neurologis, atau MRI otak.
Baca juga: Hati-hati! Kopi Instan Dianggap Bisa Tingkatkan Risiko Gangguan Penglihatan hingga Tujuh Kali Lipat
Kacamata atau lensa kontak tidak dapat menyembuhkan nistagmus, namun bisa membantu memperbaiki penglihatan.
Beberapa cara lain yang dapat membantu antara lain menggunakan buku dengan huruf besar, alat pembesar, atau pencahayaan tambahan.
Dalam kasus tertentu, operasi pada otot mata dapat dilakukan untuk mengurangi kebutuhan penderita, dalam memiringkan kepala saat melihat. Namun, operasi ini tidak menyembuhkan nistagmus sepenuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: American Optometric Association