Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 05 OKTOBER 2025 • 11:15 WIB

Sering Terpapar Matahari? Waspadai Pterigium yang Bisa Ganggu Penglihatan

Sering Terpapar Matahari? Waspadai Pterigium yang Bisa Ganggu PenglihatanIlustrasi seseorang mengalami Konjungtivitis alias mata merah. (Freepik)

INDOZONE.ID - Pterigium merupakan pertumbuhan jaringan abnormal pada konjungtiva, yaitu selaput bening yang menutupi bagian putih mata, serta dapat meluas ke kornea.

Dikutip dari American Optometric Association, kondisi tersebut sering kali ditemukan pada orang yang tinggal di wilayah tropis, termasuk Indonesia.

Penyebab dan Faktor Risiko

Pterigium paling sering terjadi akibat paparan sinar matahari (ultraviolet/UV) dalam jangka panjang. Pertumbuhan jaringan ini, bisa berlangsung selama beberapa bulan hingga bertahun-tahun.

Oleh karena itulah, orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan ini.

Baca juga: Memahami Kondisi Nistagmus: Gangguan Penglihatan Akibat Gerakan Mata Tidak Terkendali

Gejala Pterigium

Penderita pterigium umumnya mengalami beberapa gejala, di antaranya:

  • Mata merah dan terasa teriritasi.
  • Perubahan penampilan mata dengan adanya jaringan berwarna putih kekuningan, atau merah muda di bagian depan mata.
  • Astigmatisme yang dapat menyebabkan penglihatan kabur.
  • Pertumbuhan jaringan bisa terjadi pada satu atau kedua mata sekaligus.

Diagnosis

Pterigium dapat didiagnosis melalui pemeriksaan mata menyeluruh oleh dokter mata. Dokter biasanya menggunakan mikroskop untuk menilai struktur bagian depan mata. 

Diagnosis ditegakkan berdasarkan penampilan jaringan yang tumbuh dari bagian putih mata, hingga menutupi kornea. Umumnya, jaringan tampak berwarna putih, datar atau menonjol, dan bisa terjadi di kedua mata.

Sering Terpapar Matahari? Waspadai Pterigium yang Bisa Ganggu PenglihatanMata merah tanda virus corona (Istimewa)

Penanganan

Penanganan pterigium tergantung pada tingkat keparahannya.

  • Obat tetes atau pelumas mata, seperti air mata buatan, gel, atau salep dapat diberikan untuk mengurangi rasa kering, merah, dan iritasi.
  • Tindakan operasi dilakukan jika pertumbuhan jaringan menutupi kornea, mengganggu penglihatan, atau menyebabkan ketidaknyamanan berat. Namun, pterigium berisiko tumbuh kembali setelah operasi, sehingga tindakan ini biasanya dipertimbangkan hanya pada kasus serius.

Pencegahan

Pencegahan pterigium dapat dilakukan dengan langkah-langkah sederhana, terutama saat beraktivitas di luar ruangan:

  • Menggunakan kacamata hitam dengan lensa yang mampu memblokir sinar UVA dan UVB.
  • Mengenakan topi bertepi lebar untuk melindungi mata dari sinar matahari.
  • Memilih kacamata resep dengan lapisan pelindung UV dan desain melingkar (wrap-around) agar mata lebih terlindungi.

Oleh karena itu, pterigium bukan hanya masalah kosmetik pada mata, tetapi juga bisa memengaruhi kualitas penglihatan jika dibiarkan. 

Deteksi dini dan perlindungan mata dari paparan sinar UV, menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi ini berkembang lebih parah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: American Optometric Association

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sering Terpapar Matahari? Waspadai Pterigium yang Bisa Ganggu Penglihatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!