Kamis, 09 OKTOBER 2025 • 18:38 WIB

Mau Diet Berhasil? Berdamai Dulu Sama Pikiran dan Makananmu

Author

Ilustrasi diet gizi seimbang/Freepik

INDOZONE.ID – Banyak orang fokus pada pola makan dan olahraga saat diet. Tapi sering lupa satu hal penting yaitu kesehatan mental atau gimana mulai mengubah mindset. 

Padahal, tanpa mental yang kuat dan emosi yang stabil, diet bisa gagal di tengah jalan atau malah berakhir dengan diet yoyo, alias berat badan turun lalu naik lagi bahkan lebih tinggi dari sebelumnya.

Cara Belajar Ubah Mindset

Chief Marketing Officer LIGHT Group Anna Yesito Wibowo, menekankan bahwa jika seseorang ingin mendapatkan berat badan ideal, yang perlu diperbaiki bukan cuma pola makan, tapi juga mindset. Catat ya karena mengubah mindset sebelum mulai diet itu sangat penting. 

“Sebetulnya kita nggak perlu takut sama makanan. Justru makanan itu harus jadi sahabat kita,” katanya dalam acara Press Conference LIGHTweight Challenge 2025 di Jakarta. 

Menurut Anna, kuncinya ada pada pengaturan porsi dan waktu makan. Kalau dilakukan dengan benar dan konsisten, hasilnya bisa bertahan lama dan tetap realistis.

“Ending-nya, kita masih bisa makan enak, tapi tahu kapan dan seberapa banyak. Dengan metode yang didukung ahli gizi dan kerja sama dari pasien, hasilnya nyata dan nggak bohong,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Anna mengajak masyarakat untuk mengikuti lomba diet dalam LIGHTweight Challenge2025. Perjalanan dietmu akan dipantau selama 12 minggu oleh para pakar dengan momen yang sangat menyenangkan. 

Kata Anna, lomba diet ini tujuannya gak hanya menurunkan berat badan, tapi dalam jangka panjang bisa membentuk pola pikir baru dan kebiasaan sehat jangka panjang lain. 

Diet yang Efektif Harus Dipersonalisasi

Press Conference LIGHTweight Challange 2025 di Jakarta. (Indozone/Dewi)

Sementara itu, Nutritionist Program Manager LIGHT Group Veronica menegaskan bahwa keberhasilan program diet sangat tergantung pada pendekatan personal. Mulai dari mengatur pola makan, aktivitas fisik, sampai edukasi seputar kebiasaan sehat.

“Keberhasilan program diet terletak pada pendekatan personalisasi, menyesuaikan dengan kondisinya dan tidak ada satu pola yang sama untuk seseorang. Maka peserta didampingi secara personal dan olahraga yang diberikan itu yang bikin nyaman saat menurunkan berat badan,” ujarnya.

Baca juga: Mindset Bikin Gagal Diet Ternyata Jadi Pemicu Sulit Turunkan Obesitas

Jangan Lupa, Mental Juga Harus Sehat Saat Diet

Nah, di sinilah peran psikolog jadi penting. Psikolog Klinis LIGHThouse Clinic Naomi Tobing menjelaskan bahwa faktor emosional dan psikis punya pengaruh besar terhadap keberhasilan diet. Motivasi, tujuan, sampai kestabilan emosi sangat penting dijaga supaya diet bisa sustainable. 

“Emosi dan psikis itu berperan besar saat mau melakukan diet. Bahkan pasien bisa mengalami depresi, kecemasan, bahkan sudah treatment dan diet, tapi kenapa yoyo ya, dan ini permasalahannya. Mental yang sering dihadapi pasien-pasien diet, dan peran psikolog sangat mempengaruhi,” ujarnya dalam kesempatan sama.

Selain itu, banyak orang tanpa sadar makan saat sedang stres atau sedih atau dikenal dengan istilah emotional eating. “Kita bantu pasien memahami cara menghadapi stres tanpa harus lari ke makanan,” tambah Naomi.

Menurutnya, beberapa pasien bahkan mengalami depresi atau kecemasan meski sudah menjalani program diet dan perawatan gizi, tapi berat badannya tetap naik turun.

“Masalahnya bukan di pola makannya, tapi di kondisi mental yang belum stabil,” jelas Naomi.

Baca juga: Dari MIND Diet sampai Olahraga, Begini Cara Jaga Otak Tetap Cerdas

Kenapa Stres Bikin Gak Nafsu Makan?

Naomi juga menjelaskan bahwa respons stres bisa berbeda pada setiap orang. 

“Kalau stres ringan, biasanya orang justru lari ke makanan supaya mood-nya stabil. Tapi kalau stresnya berat atau depresi, malah bisa nggak nafsu makan sama sekali,” ujarnya.

Fenomena ini sering terjadi di tengah kesibukan orang tanpa sadar ngemil sambil kerja karena merasa butuh sesuatu buat menenangkan diri.

“Padahal, kalau emosi belum dikelola, makan malah jadi pelarian yang bikin berat badan naik,” tambahnya.

Jadi, kalau mau hasil diet benar-benar bertahan, jangan cuma fokus di kalori atau olahraga. Bangun juga hubungan yang sehat dengan makanan dan diri sendiri. Bekerja sama dengan ahli gizi, psikolog, dan tetap mendengarkan tubuh bisa bikin perjalanan diet lebih ringan, realistis, dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU