Sabtu, 11 OKTOBER 2025 • 11:10 WIB

5 Jenis Obat Sehari-hari yang Bisa Merusak Jantung, Waspada!

Author

Ilustrasi obat-obatan. (freepik)

INDOZONE.ID - Banyak orang mengonsumsi obat tanpa berpikir panjang mulai dari sakit kepala, pilek, hingga nyeri otot. Obat memang membantu meredakan gejala, tapi tahukah kamu kalau beberapa jenisnya bisa berdampak buruk pada kesehatan jantung?

Menurut Dr. Dmitry Yaranov, seorang dokter spesialis jantung transplantasi dari Memphis, Amerika Serikat, ada sejumlah obat yang merusak jantung jika digunakan secara berlebihan atau tanpa pengawasan medis. 

Berikut lima jenis obat yang perlu kamu waspadai karena dapat menimbulkan efek samping obat pada jantung dan bahkan berpotensi menjadi obat pemicu gagal jantung bila dikonsumsi sembarangan.

Baca juga: 5 Tips Aman Membeli Obat Online Agar Terjamin Keasliannya

5 Obat Pemicu Gagal Jantung

Ilustrasi gagal jantung. (freepik)

1. Obat Pereda Nyeri (NSAID)

NSAID atau nonsteroidal anti-inflammatory drugs seperti ibuprofen dan naproxen banyak digunakan untuk mengatasi nyeri, demam, dan peradangan. Meski mudah ditemukan di apotek, penggunaan jangka panjang ternyata bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, retensi cairan, bahkan gagal jantung.

Obat pereda nyeri yang dijual bebas tampak tidak berbahaya, padahal bila dikonsumsi terlalu sering dapat menyebabkan gangguan serius pada jantung,” kata Dr. Yaranov. Karena itu, penggunaan obat ini perlu hati-hati agar tidak menjadi bahaya obat pada kesehatan jantung.

Ia menyarankan untuk selalu mengikuti dosis yang dianjurkan dan berkonsultasi ke dokter bila nyeri terjadi terlalu sering.

Baca juga: Kapan Penderita Hipertensi Bisa Berhenti Meminum Obat?

2. Obat Kemoterapi

Beberapa jenis obat kemoterapi seperti doxorubicin dan trastuzumab juga termasuk dalam kategori obat yang merusak jantung. Kedua obat ini bisa menyebabkan cardiotoxicity, yaitu kondisi ketika otot jantung melemah hingga berpotensi menimbulkan gagal jantung.

Perawatan kanker memang menyelamatkan nyawa, tapi sebagian terapi bisa melemahkan otot jantung. Karena itu, pasien kanker perlu pemantauan ketat selama pengobatan,” ujar Dr. Yaranov.

3. Obat Stimulan

Obat stimulan seperti amfetamin yang biasa diresepkan untuk ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) juga memiliki efek samping obat pada jantung. Penggunaannya dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah secara signifikan.

Obat jenis ini bisa memicu detak jantung tidak teratur (aritmia) hingga serangan jantung, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung,” jelas Dr. Yaranov. 

Karena itu, stimulan termasuk dalam kelompok obat pemicu gagal jantung jika tidak digunakan sesuai petunjuk dokter.

4. Obat Diabetes

Menurut data WHO, ada lebih dari 800 juta orang di dunia yang hidup dengan diabetes, dan sebagian besar rutin mengonsumsi obat antidiabetes. Namun, Dr. Yaranov memperingatkan bahwa beberapa jenis obat lama seperti rosiglitazone dikaitkan dengan peningkatan risiko gagal jantung.

Beberapa obat diabetes generasi lama berpotensi melemahkan fungsi jantung. Untungnya, kini sudah ada pilihan obat yang lebih aman dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan terapi terbaik,” ucapnya dalam sebuah unggahan di Instagram.

Inilah alasan pentingnya memahami bahaya obat pada kesehatan jantung, terutama bagi penderita penyakit kronis yang mengonsumsi obat jangka panjang.

5. Obat Pilek dan Dekongestan

Tak banyak yang tahu bahwa obat pilek juga bisa termasuk obat yang merusak jantung. Dr. Yaranov menuturkan bahwa obat yang mengandung pseudoephedrine dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah dan gangguan irama jantung, terutama pada orang yang sudah memiliki penyakit jantung sebelumnya.

Selalu baca label obat sebelum membeli. Tanyakan pada dokter tentang efek sampingnya, karena kesehatan jantung sangat bergantung pada hal-hal kecil seperti ini,” tuturnya.

Mengonsumsi obat memang membantu mengatasi berbagai keluhan, tapi penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan dokter bisa berdampak buruk, terutama pada jantung. Jadi, sebelum meminum obat apa pun, pastikan kamu mengetahui kandungan dan efek sampingnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Timesofindia.indiatimes.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU