Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 16:30 WIB

Sindrom Anak Tengah: Tidak Terlalu Diperhatikan, Tapi Justru Paling Tangguh?

Author

Ilustrasi anak tengah. (freepik.com)

INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu ngerasa jadi anak tengah tuh kayak cuma jadi bayangan di keluarga?
Kakak biasanya duluan dapet perhatian atau hal-hal keren, adik disayang karena dia si bungsu. Sementara kamu? Kadang cuma ada di tengah, ngeliatin dua arah tapi nggak benar-benar dilihat. Nah, perasaan kayak gitu sering disebut Middle Child Syndrome atau kondisi di mana anak tengah merasa kurang diperhatikan. Tapi di balik rasa kayak “dilupain” itu, ternyata anak tengah justru bisa tumbuh jadi sosok yang kuat dan tangguh banget, lho. Yuk, kita bahas kenapa bisa begitu.

Apa Itu Middle Child Syndrome?

Middle Child Syndrome itu istilah yang sering dipakai buat ngegambarin gimana anak tengah bisa merasa kayak “terjepit” di antara kakak dan adik. Kadang dibanding-bandingin, kadang ngerasa kurang dapat perhatian atau apresiasi dari orang tua.

Biasanya, ini beberapa hal yang sering dirasakan atau muncul dari karakter anak tengah:

1. Ngerasa diabaikan

Karena perhatian sering lebih banyak ke kakak (si sulung yang jadi panutan) atau adik (si bungsu yang paling kecil dan disayang), anak tengah bisa merasa kayak nggak terlalu dianggap.

2. Suka cari perhatian

Supaya tetap “kelihatan”, anak tengah sering cari cara buat nunjukin diri. Bisa lewat prestasi, punya hobi unik, atau bahkan sengaja beda dari yang lain.

3. Jadi penengah konflik

Karena posisinya pas di tengah, anak tengah sering jadi penengah kalau ada kakak-adik yang berantem. Jadi kayak “jembatan” buat bikin suasana adem lagi.

Walaupun kadang posisi ini bikin ngerasa terpinggirkan, tapi ternyata banyak juga sisi positif yang bisa bikin anak tengah justru lebih kuat dan adaptif, lho.

Baca juga: Sindrom Anak Sulung: Beban, Tanggung Jawab, dan Harapan Tak Tertulis

Kenapa Anak Tengah Bisa Justru Lebih Tangguh?

Ilustrasi anak tengah dan fakta-fakta menarik dibaliknya. (freepik.com)

Walau sering dibilang “kurang perhatian”, anak tengah justru punya potensi besar jadi pribadi yang kuat dan fleksibel. Dari situ tumbuh sifat-sifat positif yang nggak semua orang punya. Ini nih beberapa kekuatan tersembunyi anak tengah:

1. Resiliensi & Kemandirian

Karena perhatian dari orang tua harus dibagi-bagi, anak tengah biasanya lebih cepat belajar buat ngandelin diri sendiri. Mereka nggak terlalu sering “diselamatkan”, jadi terbiasa menyelesaikan masalah tanpa drama. Dari sini, sifat mandiri dan tahan banting (resilien) terbentuk. Mereka tahu gimana caranya bangkit sendiri saat jatuh.

2. Empati & Kepedulian Sosial

Anak tengah sering banget jadi penengah kalau kakak dan adik ribut. Dari situ, mereka terbiasa ngeliat segala hal dari dua sisi, dengerin pendapat orang lain, dan bantu nenangin suasana. Ini bikin mereka punya empati tinggi, jago komunikasi, dan enak diajak ngobrol. Nggak heran kalau banyak anak tengah jadi temen curhat yang paling bisa dipercaya.

3. Lebih “Kehidupan Sosial” di Luar Rumah

Karena kadang ngerasa kurang dapet spotlight di rumah, anak tengah sering cari pelampiasan di luar. Mereka aktif di sekolah, gampang akrab sama orang baru, dan jago cari lingkungan yang bikin mereka nyaman. Mereka juga biasanya punya pergaulan yang luas dan kemampuan adaptasi yang tinggi karena sudah terbiasa “menyesuaikan diri”.

4. Prestasi Sebagai Bukti Eksistensi

Buat anak tengah, bisa jadi prestasi itu cara buat bilang, “Hei, aku juga ada, lho!” Mereka bakal totalitas ngejar hal-hal yang bikin mereka diakui, entah itu akademis, olahraga, seni, atau bidang lain yang mereka suka. Dan karena motivasinya datang dari dalam diri, semangat mereka sering lebih konsisten dan tulus.

Jadi, jangan salah. Di balik kesan “kurang diperhatikan”, anak tengah justru punya banyak bekal buat sukses dalam kehidupan. Mungkin mereka nggak selalu jadi spotlight di rumah, tapi mereka belajar jadi cahaya di tempat lain dan sering kali, sinarnya justru lebih tahan lama.

Tantangan yang Harus Diakui

Walau anak tengah punya banyak sisi positif, bukan berarti mereka kebal sama rasa sakit atau tekanan, ya. Ada beberapa tantangan yang sering banget mereka alami, nih:

1. Perasaan Kurang Dihargai atau Diakui

Kadang anak tengah ngerasa apa yang mereka lakukan nggak pernah sehebat atau seterkenal prestasi kakak atau adik. Akibatnya, rasa percaya diri alias self-esteem bisa jadi turun karena merasa usaha mereka kurang dihargai.

2. Identitas yang Kabur

Jadi anak tengah itu bikin bingung soal “peran” di keluarga. Mereka bukan anak pertama yang selalu dianggap panutan, juga bukan anak terakhir yang biasanya dimanja. Karena itu, mereka sering merasa harus kerja lebih keras supaya nggak luput dari perhatian orang tua.

3. Perbandingan yang Terus-Menerus

Sering banget anak tengah dibanding-bandingin sama kakak yang lebih tua atau adik yang dianggap “manja”. Perbandingan ini bikin mereka stres dan kadang ngerasa nggak cukup baik, padahal sebenarnya tiap anak punya keunikan dan kelebihannya masing-masing.

Intinya, walau anak tengah punya banyak kekuatan, mereka juga butuh perhatian dan pengakuan supaya nggak terbebani dengan tekanan yang bikin mereka down.

Baca juga: 19 Fakta Menarik Anak Tengah, Benarkah Sering Cari Dukungan dari Luar Keluarga?

Tips Buat Anak Tengah (dan Orang Tua)

Agar anak tengah bisa tumbuh lebih percaya diri dan tetap kuat, beberapa strategi ini bisa membantu:

  • Orang tua sadar bahwa setiap anak unik, jangan selalu membandingkan.
  • Luangkan one-on-one time khusus untuk anak tengah, misalnya quality time, berbincang soal mimpi dan minatnya.
  • Dorong aktivitas atau hobi di luar rumah supaya mereka bisa berkembang dan bersinar sendiri.
  • Beri pengakuan atas usaha mereka; sekecil apa pun pujian bisa besar dampaknya.

Jadi, ya, sindrom anak tengah memang nyata dalam beberapa keluarga. Rasa “tidak terlalu diperhatikan” bisa ada. Tapi jangan salah, justru pengalaman itu bisa membentuk karakter yang kuat, mandiri, penuh empati, dan adaptif. Anak tengah bukan harus jadi “anak yang dilupakan”. Mereka bisa menjadi jantung yang mengikat keluarga dengan kehangatan yang lain.

Kalau kamu anak tengah atau punya saudara anak tengah, mungkin kamu bisa mulai melihat bahwa posisi “di antar-anak” itu nggak selamanya kelemahan. Bisa jadi itu adalah kekuatan yang nggak semua orang punya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical News Today, The Guardian

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU