INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu mendengar larangan mencabut rambut putih alias uban? Banyak orang percaya kalau mencabut satu uban, bisa membuat uban lainnya tumbuh lebih banyak.
Tapi, benarkah hal itu? Berikut fakta dan bahayanya.
4 Efek Buruk Mencabut Uban pada Kulit Kepala
1. Uban Muncul karena Berkurangnya Melanin
Rambut putih muncul karena kadar melanin, yakni pigmen yang memberi warna pada rambut berkurang atau rusak. Melanin juga menentukan warna kulit dan mata seseorang.
Saat produksinya menurun, rambut pun berubah menjadi abu-abu atau putih.
Faktor genetik turut berperan besar dalam hal ini. Jika orang tuamu cepat beruban, kemungkinan besar kamu juga akan mengalaminya di usia muda.
Menariknya, uban nggak cuma muncul di usia 30 tahun ke atas, tapi bisa juga dialami oleh anak-anak atau remaja.
Baca juga: 5 Tips Alami untuk Mencegah Uban di Usia Muda, Apa Saja?
2. Mitos 'Mencabut Uban Bikin Tumbuh Banyak' Itu Salah
Salah satu mitos populer soal uban adalah anggapan bahwa mencabut satu helai uban bisa memunculkan banyak uban lainnya. Padahal, hal itu tidak benar.
Secara ilmiah, satu folikel rambut hanya bisa menumbuhkan satu helai rambut. Jadi, mencabut satu uban tidak akan membuat uban lain muncul di tempat berbeda.
Rambut akan kembali tumbuh di folikel yang sama, dan warnanya tetap putih jika sel melaninnya sudah rusak.
Artinya, uban muncul karena proses alami dalam tubuh, bukan karena kamu mencabut satu helai rambut putih. Namun, jika dilakukan terus-menerus, akibat sering mencabut uban bisa menimbulkan kerusakan pada kulit kepala yang justru lebih berbahaya.
Baca juga: Mengapa Uban dan Kerontokan Rambut Bisa Terjadi Lebih Cepat?
3. Bisa Sebabkan Infeksi pada Kulit Kepala
Risiko mencabut rambut putih hingga ke akarnya sangat tinggi. Salah satunya adalah kemungkinan terjadinya infeksi pada kulit kepala.
Saat rambut dicabut dengan paksa, folikel bisa terluka dan menjadi pintu masuk bagi bakteri. Jika dilakukan berulang, luka ini dapat meradang dan menyebabkan rasa nyeri, kemerahan, bahkan muncul nanah.
Efek mencabut uban pada kulit kepala tidak bisa dianggap sepele. Luka kecil akibat mencabut rambut bisa mengganggu pertumbuhan rambut baru dan membuat kulit kepala jadi sensitif.
4. Risiko Kebotakan Permanen karena Folikel Rusak
Trauma akibat mencabut rambut berulang kali dapat menyebabkan kerusakan permanen pada folikel rambut.
Kalau folikel sudah rusak, rambut di area tersebut bisa berhenti tumbuh sama sekali alias botak permanen. Jadi, jangan anggap remeh bahaya mencabut rambut putih karena efeknya bisa jauh lebih buruk daripada rambut berubah warna.
Kalau kamu ingin menghilangkan uban, sebaiknya potong helainya dengan hati-hati atau gunakan pewarna rambut yang aman. Hindari mencabut rambut hingga ke akar agar tidak menimbulkan trauma pada folikel.
Selain nggak efektif mengurangi uban, risiko mencabut rambut putih bisa menyebabkan infeksi, trauma folikel, hingga kebotakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Betterhealthfacts.com