INDOZONE.ID - Menggendong tas di satu bahu sering kali dilakukan untuk alasan gaya atau kenyamanan, tapi kebiasaan ini bisa berdampak pada kesehatan jika dilakukan terus-menerus.
Konsultan Senior Ortopedi Bedah Bahu, Artroskopi & Kedokteran Olahraga di Rumah Sakit Dr L H Hiranandani, Powai, Mumbai, Dr Aditya Sai menuturkan bahwa kebiasaan menggendong tas di satu sisi bahu bisa menyebabkan kerusakan secara bertahap yang akhirnya memengaruhi bahu dan tulang belakang, sebagaimana dilansir laporan Hindustan Times, Minggu.
Menurut dia, membawa tas di satu bahu bertentangan dengan desain alami tubuh manusia yang dirancang untuk keseimbangan.
Baca juga: Microplastik Bisa Bikin Tulang Lemah? Fakta Baru yang Bikin Merinding
"Ketika beban tidak terbagi rata, salah satu sisi sistem muskuloskeletal dipaksa bekerja lebih keras daripada sisi lainnya. Hal ini dapat menimbulkan nyeri kronis dan masalah pada sendi,” kata Dr Aditya.
Selain itu, terdapat otot-otot di area tulang belikat yang bisa memicu iritasi.
"Otot-otot di sekitar tulang belikat, punggung atas, dan leher (seperti otot trapezius atas, rotator cuff, dan lainnya) bisa mengalami iritasi. Serangan mikrotrauma berulang akan menyebabkan kelelahan otot, peradangan, dan impingement bahu,” tambah dia.
Dr Aditya Sai menambahkan, efek dari kebiasaan itu bisa sama berbahayanya seperti cedera traumatis jika terjadi dalam jangka panjang.
Salah satu tanda bahaya dari kebiasaan ini adalah ketegangan otot yang dapat memicu peradangan di area sekitar bahu.
Artritis atau radang sendi kerap kali dikaitkan dengan peradangan tersebut, tak hanya itu trauma mikro yang terus menumpuk juga bisa menyebabkan artritis bahu dini.
"Tekanan terus-menerus pada sendi akromioklavikular dan glenohumeral akan menimbulkan mikrotrauma kumulatif pada tulang rawan, sehingga meningkatkan risiko artritis bahu dini,” ujar dia.
Sai menjelaskan bahwa bahaya kebiasaan ini tidak hanya berdampak pada bahu, tapi juga bisa mempengaruhi tulang belakang karena ketidakseimbangan otot yang terjadi. Hal ini menyebabkan tulang belakang menjadi miring untuk menjaga tubuh tetap seimbang.
“Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan kekakuan leher, perubahan postur, dan sakit kepala akibat kompensasi dari ketegangan otot dan posisi tubuh yang tidak seimbang,” tutur dia.
Baca juga: Mengapa Cedera Tulang Belakang Lebih Sering Terjadi pada Perempuan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Orang yang memiliki ketidakstabilan bahu sejak awal atau riwayat cedera sebelumnya, lanjut Sai, lebih rentan mengalami ketidakseimbangan bahu dan bisa merasakan nyeri yang lebih berat.
Sai menyarankan beberapa hal untuk mengurangi risiko cedera, salah satunya memilih tas dengan tali yang lebar dan empuk agar berat tas dapat terdistribusi secara merata di kedua bahu.
“Simpan barang-barang di dalam tas dekat dengan tubuh Anda, dan pastikan beratnya tidak lebih dari 10–15 persen dari berat badan. Jika harus menggunakan tas bertali satu, usahakan untuk sering mengganti sisi bahu dan lakukan latihan penguatan bahu serta postur tubuh secara rutin,” jelas dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA