Jumat, 24 OKTOBER 2025 • 10:45 WIB

Osteoporosis : Silent Disease yang Bisa Dicegah Dengan Produktif Sejak Dini

Author

Narasumber diskusi sains Bayer Indonesia (Indozone/Rifqy Alief Abiyya)

INDOZONE.ID - Keropos tulang atau biasa dikenal osteoporosis masih jadi tantangan di dunia kesehatan. Dari data International Osteoporosis Foundation (IOF), 1 dari 3 perempuan dan 1 dari 5 laki-laki yang usianya 50 tahun keatas rentan patah tulang karena kondisi ini.

Di Indonesia, persentase orang yang mengalami osteoporosis cukup tinggi, perempuan usia 50-70 tahun sebesar 23 persen dan meningkat hingga 53 persen di usia 70 tahun keatas. 

Gak hanya osteoporosis, 41 persen masyarakat Indonesia mengalami osteopenia atau kepadatan tulang rendah. Ini adalah tahapan sebelum mencapai tingkat osteoporosis.

Kondisi ini dapat mencerminkan bahwa konsumsi asupan kalsium dan vitamin D harian masih cukup rendah. 

Baca juga: 3 Kebiasaan Kecil yang Tanpa Disadari Jadi Tanda Masalah Kesehatan Mental

Melihat kondisi seperti ini, Bayer Indonesia ngajak masyarakat buat jaga kesehatan tulang sejak usia produktif. 

Hal ini disampaikan melalui diskusi “The Science Behind: Strong Bones, Preventing Osteoporosis Starts Today”, sekaligus memperingati World Osteoporosis Day 2025.

Bayer mendorong pemahaman tentang self care berbasis science, dan menekankan gaya hidup yang proaktif buat cegah osteoporosis.

“Osteoporosis bukan hanya persoalan usia lanjut, tapi hasil kebiasaan yang kita bentuk sejak usia produktif. Melalui edukasi berkelanjutan dan produk berbasis sains, Bayer ingin bantu masyarakat buat bangun kebiasaan jaga tulang sejak dini,” ujar Marketing Manager Nutritional Bayer Indonesia Maharani Africia Saragih.

Osteoporosis itu Silent Disease?

Dokter Spesialis Ortopedi, dr. Aldico Sapardan mengungkapkan fakta bahwa osteoporosis itu silent disease, karena sering tidak terdeteksi sampai patah tulang terjadi. 

“Osteoporosis sering disebut silent disease karena seringkali didiagnosis hanya setelah penderita mengalami fraktur. Puncak massa tulang tercapai di usia 20-30 tahun, sehingga periode ini menjadi critical widow untuk mencegah osteoporosis,” ujarnya.

Ia menegaskan, jika itu dilewatkan maka akan terjadi risiko patah tulang yang jauh lebih besar.

Jika kalsium dalam tubuh kurang, secara otomatis akan diambil kalsium dari tulang. Kondisi ini bisa membuat massa tulang turun dan terjadi osteoporosis.

dr. Aldico Saparda (Indozone/Rifqy Alief Abiyya)

Dr. Aldico juga mengingatkan bahwa pencegahan osteoporosis wajib dimulai sejak diri.

Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan mulai dari latihan fisik rutin, diet seimbang, hindari rokok dan alkohol, serta konsumsi susu dan kacang-kacangan.

Perlu diingat, dampak osteoporosis bukan cuma ke kesehatan tapi juga sosial dan ekonomi. Jika seseorang sudah patah tulang, penyitasnya kehilangan kemandirian. Mereka tak lagi bisa mampu jalan sendiri dan akan butuh bantuan orang lain.

Baca juga: Jarang Diketahui, Dapur SPPG Dipasang CCTV untuk Hindari Risiko Keracunan Berulang

Jangan Cuma Kardio, Tapi Strength

Fitness Practitioner, Ade Rai nekenin pentingnya masyarakat buat latihan strength bukan cuma kardio. Ini adalah cara buat jaga kesehatan tulang secara mandiri. 

“Olahraga itu payungnya dua, ada kardio dan strength, dua-duanya itu harus tetap dilakukan,” ujar Ade.

“Banyak orang berfokus pada olahraga kardio untuk menjaga kesehatan, tetapi sering melupakan latihan penguatan tulang. Padahal, tulang yang sehat menopang otot, menjaga keseimbangan, dan menyimpan mineral,” sambungnya.

Ia juga mengungkapkan gimana pentingnya gaya hidup sebagai bentuk kepedulian pada tubuh masing-masing orang, khususnya mencegah osteoporosis.

“Penerapan gaya hidup aktif, olahraga teratur, serta pemenuhan nutrisi seperti kalsium dan vitamin, merupakan bentuk aktif selfcare yang paling mungkin dilakukan,” tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release, Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU