INDOZONE.ID - Menjaga kesehatan prostat merupakan hal penting bagi setiap pria, terutama ketika usia mulai menginjak 40 tahun ke atas.
Pemeriksaan prostat berfungsi untuk mendeteksi dini adanya peradangan, infeksi, pembesaran, bahkan kanker prostat.
Meski terdengar menegangkan, prosedur ini sebenarnya cepat dan aman. Agar tidak canggung, berikut hal yang perlu diketahui sebelum cek prostat.
4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Cek Prostat
1. Mengenal Perbedaan Pemeriksaan Prostat dan Tes PSA
Banyak yang belum tahu, pemeriksaan prostat dan tes PSA adalah dua hal berbeda. Pemeriksaan prostat dilakukan melalui metode digital rectal exam (DRE), yaitu dokter meraba prostat lewat rektum untuk menilai ukuran, bentuk, dan teksturnya.
Dari sini, dokter dapat mendeteksi adanya tanda-tanda pembesaran, peradangan, atau infeksi.
Sementara itu, tes PSA (Prostate-Specific Antigen) dilakukan dengan memeriksa sampel darah untuk mengetahui kadar protein PSA dalam tubuh.
Kadar PSA yang tinggi, dapat menjadi sinyal awal adanya kanker prostat. Biasanya, kedua tes tersebut dilakukan bersamaan agar hasilnya lebih akurat.
Jika salah satunya menunjukkan hasil tidak normal, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti MRI atau biopsi prostat.
Mengetahui dua jenis tes ini merupakan bagian penting dari persiapan sebelum pemeriksaan prostat. Sebab dengan begitu, kamu bisa memahami tujuan dan manfaat dari masing-masing prosedur.
Baca juga: Waspadai Gejalanya Sejak Dini, Anak Muda Bisa Terancam Alami Kanker Prostat
2. Tahapan Pemeriksaan Prostat
Saat pemeriksaan dimulai, dokter akan memintamu untuk berbaring menyamping atau bersandar di meja pemeriksaan. Setelah itu, jari dokter yang telah diberi pelumas dan bersarung tangan, akan dimasukkan ke dalam anus untuk meraba kondisi prostat.
Kamu mungkin diminta mengejan atau batuk agar otot di area tersebut lebih rileks. Pemeriksaan ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, hanya sedikit tekanan atau rasa tidak nyaman.
Jika kamu memiliki wasir atau luka di sekitar anus, mungkin akan muncul sedikit pendarahan ringan setelah prosedur, namun ini bersifat sementara.
Sebagai bagian dari persiapan sebelum pemeriksaan prostat, sebaiknya kamu memberi tahu dokter mengenai kondisi kesehatan yang sedang dialami, seperti adanya pendarahan, penggunaan obat, atau riwayat penyakit tertentu.
Ini akan membantu dokter melakukan pemeriksaan dengan lebih aman dan nyaman.
Baca juga: Mengenal Kanker Prostat yang Diidap Mantan Presiden AS Joe Biden: Gejala dan Penyebabnya
3. Waktu Terbaik Melakukan Pemeriksaan Prostat
Menentukan waktu yang tepat untuk menjalani pemeriksaan juga penting. Umumnya, pria berusia di atas 50 tahun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan prostat secara berkala.
Namun, bagi yang memiliki risiko tinggi misalnya karena riwayat keluarga dengan kanker prostat atau adanya mutasi genetik, maka pemeriksaan bisa dimulai lebih awal, sekitar usia 40-45 tahun.
Pemeriksaan ini menjadi bagian penting dari skrining kanker prostat, karena dapat membantu mendeteksi gangguan sejak dini sebelum menimbulkan gejala serius.
Tidak semua kanker prostat berkembang cepat, tetapi jenis yang agresif bisa berakibat fatal bila tidak segera ditangani.
Bagi pria berusia di atas 75 tahun, pemeriksaan rutin biasanya tidak lagi direkomendasikan karena manfaatnya cenderung lebih kecil dibandingkan risikonya.
Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan jadwal dan frekuensi skrining yang sesuai dengan kondisi kamu.
4. Tanda-tanda Prostat Bermasalah yang Perlu Diwaspadai
Masalah pada prostat biasanya ditandai dengan perubahan kebiasaan buang air kecil. Beberapa gejala umum yang patut diperhatikan antara lain:
- Sulit memulai atau menghentikan buang air kecil.
- Merasa belum tuntas setelah buang air kecil.
- Harus sering buang air kecil, terutama di malam hari.
- Aliran urine lemah atau tersendat-sendat.
- Adanya darah dalam urine atau air mani.
Kondisi tersebut bisa disebabkan berbagai hal. Mulai dari pembesaran prostat jinak hingga kanker prostat. Karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan sedini mungkin agar masalah dapat ditangani secara efektif.
Memahami hal yang perlu diketahui sebelum cek prostat membantu kamu lebih siap, baik secara fisik maupun mental. Pemeriksaan ini bukan sekadar formalitas, tapi bagian dari langkah pencegahan terhadap penyakit serius.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Betterhealthfacts.com