Selasa, 04 NOVEMBER 2025 • 10:05 WIB

Kenapa Detak Jantung Tinggi di Saat Istirahat? Ini Penjelasannya

Author

Ilustrasi detak jantung. (freepik)

INDOZONE.ID - Detak jantung adalah salah satu tanda vital yang sering kali luput dari perhatian. Padahal, ritme jantung bisa menunjukkan banyak hal mengenai kondisi kesehatan tubuh. 

Meski kamu sedang tidak bergerak atau berolahraga, detak jantung bisa saja naik tanpa disadari. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mengarah pada masalah kesehatan serius.

Lalu, apa saja penyebab detak jantung tinggi saat diam atau istirahat? Berikut di antaranya.

Berapa Normalnya Detak Jantung saat Istirahat?

Ilustrasi detak jantung cepat. (freepik)

Sebelum mengkhawatirkan detak jantung yang meningkat, penting untuk tahu dulu berapa detak jantung normal saat istirahat.

Bagi orang dewasa sehat, kisarannya berada di angka 60-100 kali per menit (bpm). 

Angka ini bisa bervariasi sesuai usia, tingkat kebugaran, hingga kondisi emosional. Atlet yang rutin berolahraga misalnya, mereka memiliki detak jantung lebih rendah karena jantung lebih efisien dalam memompa darah.

Baca juga: 5 Jenis Obat Sehari-hari yang Bisa Merusak Jantung, Waspada!

Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Meningkatkan Detak Jantung

Meski sedang diam atau tidak olahraga, detak jantung tetap bisa meningkat akibat hal-hal berikut:

- Stres atau cemas 

Perasaan tertekan dapat memicu pelepasan hormon yang mempercepat detak jantung.

- Kurang tidur 

Tidur yang buruk membuat tubuh tidak beristirahat optimal, sehingga jantung bekerja lebih keras keesokan harinya.

- Konsumsi kafein, gula, alkohol, atau rokok 

Zat-zat tertentu bisa menstimulasi detak jantung lebih cepat.

- Dehidrasi 

Kekurangan cairan dapat membuat jantung berdetak lebih cepat, demi menjaga aliran darah tetap lancar.

Baca juga: 7 Tips Jaga Kesehatan Jantung saat Cuaca Panas Biar Gak Cepat Lelah

Penyebab Detak Jantung Cepat Padahal Tidak Olahraga

Jika detak jantung tinggi padahal tidak olahraga, ada kemungkinan penyebabnya lebih serius. Beberapa kondisi medis yang bisa menjadi faktor antara lain:

-    Anemia 

Kekurangan darah membuat jantung memompa lebih cepat agar oksigen tetap terdistribusi.

- Hipertiroidisme 

Kelebihan hormon tiroid dapat mempercepat metabolisme tubuh, termasuk detak jantung.

- Infeksi dan Demam

Saat tubuh melawan infeksi, detak jantung bisa meningkat sebagai bentuk respons.

- Aritmia atau Gangguan Irama Jantung 

Kondisi ini membuat jantung berdetak tak beraturan dan lebih cepat dari normal.

Bahaya Detak Jantung Tinggi saat Istirahat

Detak jantung yang terlalu cepat di saat istirahat bukan sekadar gangguan biasa. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini bisa meningkatkan risiko:

- Gagal jantung
- Stroke
- Penyakit arteri koroner

Itulah sebabnya, penting untuk memahami bahaya detak jantung tinggi saat istirahat, terutama jika sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari atau disertai gejala seperti pusing dan sesak.

Cara Menurunkan Detak Jantung saat Istirahat

Jika kamu sering mengalami peningkatan detak jantung meski tidak sedang beraktivitas fisik, beberapa cara sederhana ini bisa membantumu:

- Latihan pernapasan atau meditasi
- Olahraga teratur
- Mengurangi kafein dan gula
- Minum cukup air
- Mengelola stres dengan baik

Selain itu, memeriksakan diri ke dokter sangat disarankan jika kondisi tidak kunjung membaik. Dengan memahami cara menurunkan detak jantung saat istirahat, kamu dapat menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Detak jantung yang meningkat saat istirahat bisa terjadi pada siapa saja, baik akibat kebiasaan sehari-hari maupun karena kondisi medis tertentu.

Dengan mengetahui penyebab dan cara mengatasinya, kamu bisa lebih waspada dan sigap menjaga kesehatan jantung. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Augustman.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU