INDOZONE.ID - Detak jantung adalah salah satu tanda vital yang sering kali luput dari perhatian. Padahal, ritme jantung bisa menunjukkan banyak hal mengenai kondisi kesehatan tubuh.
Meski kamu sedang tidak bergerak atau berolahraga, detak jantung bisa saja naik tanpa disadari. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mengarah pada masalah kesehatan serius.
Lalu, apa saja penyebab detak jantung tinggi saat diam atau istirahat? Berikut di antaranya.
Berapa Normalnya Detak Jantung saat Istirahat?
Sebelum mengkhawatirkan detak jantung yang meningkat, penting untuk tahu dulu berapa detak jantung normal saat istirahat.
Bagi orang dewasa sehat, kisarannya berada di angka 60-100 kali per menit (bpm).
Angka ini bisa bervariasi sesuai usia, tingkat kebugaran, hingga kondisi emosional. Atlet yang rutin berolahraga misalnya, mereka memiliki detak jantung lebih rendah karena jantung lebih efisien dalam memompa darah.
Baca juga: 5 Jenis Obat Sehari-hari yang Bisa Merusak Jantung, Waspada!
Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Meningkatkan Detak Jantung
Meski sedang diam atau tidak olahraga, detak jantung tetap bisa meningkat akibat hal-hal berikut:
- Stres atau cemas
Perasaan tertekan dapat memicu pelepasan hormon yang mempercepat detak jantung.
- Kurang tidur
Tidur yang buruk membuat tubuh tidak beristirahat optimal, sehingga jantung bekerja lebih keras keesokan harinya.
- Konsumsi kafein, gula, alkohol, atau rokok
Zat-zat tertentu bisa menstimulasi detak jantung lebih cepat.
- Dehidrasi
Kekurangan cairan dapat membuat jantung berdetak lebih cepat, demi menjaga aliran darah tetap lancar.
Baca juga: 7 Tips Jaga Kesehatan Jantung saat Cuaca Panas Biar Gak Cepat Lelah
Penyebab Detak Jantung Cepat Padahal Tidak Olahraga
Jika detak jantung tinggi padahal tidak olahraga, ada kemungkinan penyebabnya lebih serius. Beberapa kondisi medis yang bisa menjadi faktor antara lain:
- Anemia
Kekurangan darah membuat jantung memompa lebih cepat agar oksigen tetap terdistribusi.
- Hipertiroidisme
Kelebihan hormon tiroid dapat mempercepat metabolisme tubuh, termasuk detak jantung.
- Infeksi dan Demam
Saat tubuh melawan infeksi, detak jantung bisa meningkat sebagai bentuk respons.
- Aritmia atau Gangguan Irama Jantung
Kondisi ini membuat jantung berdetak tak beraturan dan lebih cepat dari normal.
Bahaya Detak Jantung Tinggi saat Istirahat
Detak jantung yang terlalu cepat di saat istirahat bukan sekadar gangguan biasa. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini bisa meningkatkan risiko:
- Gagal jantung
- Stroke
- Penyakit arteri koroner
Itulah sebabnya, penting untuk memahami bahaya detak jantung tinggi saat istirahat, terutama jika sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari atau disertai gejala seperti pusing dan sesak.
Cara Menurunkan Detak Jantung saat Istirahat
Jika kamu sering mengalami peningkatan detak jantung meski tidak sedang beraktivitas fisik, beberapa cara sederhana ini bisa membantumu:
- Latihan pernapasan atau meditasi
- Olahraga teratur
- Mengurangi kafein dan gula
- Minum cukup air
- Mengelola stres dengan baik
Selain itu, memeriksakan diri ke dokter sangat disarankan jika kondisi tidak kunjung membaik. Dengan memahami cara menurunkan detak jantung saat istirahat, kamu dapat menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Detak jantung yang meningkat saat istirahat bisa terjadi pada siapa saja, baik akibat kebiasaan sehari-hari maupun karena kondisi medis tertentu.
Dengan mengetahui penyebab dan cara mengatasinya, kamu bisa lebih waspada dan sigap menjaga kesehatan jantung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Augustman.com