INDOZONE.ID - Bagi banyak orang, kopi bisa menjadi penyelamat di pagi hari. Terlebih, bagi mereka yang akan menempuh perjalanan jauh.
Secangkir kopi sering dianggap solusi cepat untuk mengusir kantuk, dan meningkatkan fokus di jalan. Namun, para ahli memperingatkan, terlalu banyak kafein justru bisa berbahaya saat menyetir, sama berisikonya dengan kelelahan.
Dikutip dari Hindustan Times, alih-alih, bikin tubuh lebih waspada, konsumsi kopi berlebihan bisa memperlambat refleks, menurunkan konsentrasi, dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Terlalu Banyak Kafein Bisa Jadi 'Racun' di Jalan Raya
Kelompok keselamatan jalan kini mulai mengingatkan, para pengemudi agar tidak terlalu bergantung pada kafein untuk tetap terjaga.
Baca juga: 10 Hal Baik yang Terjadi pada Tubuh Saat Kamu Berhenti Minum Kopi, Bisa lebih Bahagia!
Sebuah penelitian dari Loughborough University tahun 2020 menemukan, sopir truk yang mengonsumsi kopi atau minuman energi dalam jumlah besar, lebih sering mengalami kecelakaan, dan memiliki kondisi kesehatan yang lebih buruk dibanding pengguna moderat.
Sementara itu, survei terbaru dari Carmoola memperkirakan, sekitar 11 juta pengemudi di Inggris mengonsumsi kafein lebih dari batas aman harian, yaitu 400 mg per hari, atau setara dengan empat cangkir kopi kental.
Menurut Dr. Tim Mercer, dokter umum dari NHS, kafein yang dikonsumsi berlebihan, dapat menyebabkan gelisah, jantung berdebar, dan kecemasan.
Ia menambahkan, meski kopi dapat membuat seseorang merasa lebih waspada, terlalu banyak kafein justru menstimulasi sistem saraf secara berlebihan, menciptakan ilusi seolah tubuh segar, padahal konsentrasi menurun.
Begini Dampak Terlalu Banyak Kopi Saat Menyetir
1. Pengambilan Keputusan Jadi Buruk
Gemetar dan rasa cemas akibat kafein bisa mengaburkan fokus serta penilaian. Menurut James Gibson dari Road Safety GB, banyak pengemudi mengandalkan kopi untuk melawan rasa kantuk.
Padahal, terlalu banyak justru bikin mereka gelisah, tidak fokus, dan mudah panik. Ia menekankan, pilihan terbaik saat lelah bukanlah menambah kopi, melainkan berhenti dan beristirahat sejenak.
2. Tremor atau Getaran Tubuh
Konsumsi kafein berlebihan bisa menstimulasi sistem saraf, hingga menyebabkan tangan atau kaki bergetar, sehingga sulit mengontrol kemudi dengan stabil.
3. Refleks Melambat
Kelebihan kafein menyebabkan overstimulasi, yang justru memperlambat waktu reaksi tubuh. Padahal, refleks cepat sangat dibutuhkan di jalan raya.
4. Gangguan Penglihatan dan Fokus
Kafein dalam kadar tinggi, terutama bila disertai dehidrasi, dapat menyebabkan penglihatan buram, kedipan cepat, atau otot mata berkedut, sehingga menurunkan kewaspadaan.
Baca juga: 5 Suplemen yang Sebaiknya Tidak Diminum Bersamaan dengan Kopi, Apa Saja?
5. Sakit Kepala Akibat Gejala Putus Kafein
Kafein memang bisa membantu mengatasi sebagian sakit kepala. Namun, jika dikonsumsi terus-menerus, efek penghentian mendadak justru menimbulkan sakit kepala baru akibat penyempitan pembuluh darah di otak.
Solusi Aman: Tidur Cukup, Bukan Tambah Kopi
Para ahli sepakat, tidak ada pengganti untuk istirahat yang cukup.
“Tidak ada yang bisa menggantikan tidur. Perubahan kecil seperti menghindari kopi larut malam atau menjadwalkan waktu istirahat di perjalanan bisa membuat perbedaan besar," ujar Gibson.
Kunci keselamatan tetaplah moderasi dan keseimbangan. Kopi memang membantu dalam jumlah wajar, tetapi keselamatan di jalan bukan tentang 'lebih banyak kafein', melainkan lebih banyak istirahat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times