Sabtu, 15 NOVEMBER 2025 • 18:12 WIB

Obesitas dan Diabetes Makin Naik: Kenapa Generasi Muda Harus Peduli Sekarang?

Author

Obesitas dan diabetes di Indonesia meningkat tajam. Para ahli dan pemerintah ingatkan risiko besar dan dorong intervensi medis serta gaya hidup sehat. (Indozone/Rachmat Fahzry)

INDOZONE.ID - Indonesia lagi menghadapi situasi serius soal obesitas dan diabetes. Satu dari empat orang dewasa kini mengalami obesitas, dan satu dari sepuluh hidup dengan diabetes.

Angkanya terus naik, bebannya makin besar, dan para ahli mengingatkan bahwa kondisi ini sudah masuk fase darurat kesehatan.

Pemerintah memperkuat edukasi dan pencegahan, sementara sektor medis, termasuk Novo Nordisk Indonesia, mendorong akses terapi berbasis data ilmiah.

Prevalensi obesitas dan diabetes di Indonesia naik dari tahun ke tahun. Menurut laporan IDF Diabetes Atlas 2024, ada 20,4 juta orang Indonesia hidup dengan diabetes, dan angka ini bisa mencapai 28,6 juta pada 2050 jika tidak ada intervensi serius.

Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat lonjakan obesitas: dari 21,8% pada 2018 menjadi 23,4% pada 2023. Obesitas sentral bahkan menyentuh 36,8% pada usia di atas 15 tahun.

Baca juga: Mengubah Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Obesitas

Penelitian IPB memperkirakan obesitas menggerus ekonomi Indonesia hingga Rp78,478 miliar per tahun. Ini menunjukkan masalahnya bukan hanya soal angka di atas kertas.

Risiko Kesehatan

Obesitas sudah dikategorikan sebagai kondisi medis kronis dan erat kaitannya dengan diabetes tipe 2. Situasi ini membuat intervensi lebih awal menjadi penting.

Obesitas dan diabetes di Indonesia meningkat tajam. Para ahli dan pemerintah ingatkan risiko besar dan dorong intervensi medis serta gaya hidup sehat. (Indozone/Rachmat Fahzry)

"Obesitas dan diabetes adalah dua sisi dari koin yang sama. Penurunan berat badan 5–10% saja sudah terbukti memperbaiki kadar gula darah, tekanan darah, dan lipid," jelas Ketua Bidang Organisasi Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) dr. Dicky Tahapary

Ia melanjutkan, "Sementara penurunan lebih dari 10–15% bahkan dapat mendorong remisi diabetes tipe 2. Jika diet dan olahraga belum cukup, itu bukan kegagalan tetapi sinyal bahwa sudah waktunya berkonsultasi dengan dokter."

Upaya Pemerintah Mendorong Pencegahan

Pemerintah memperkuat langkah promotif dan preventif. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sudah menjangkau lebih dari 51 juta warga. Edukasi gaya hidup sehat terus digencarkan lewat kampanye CERDIK dan GERMAS.

Selain itu, rencana penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) diproyeksikan menjadi salah satu kebijakan strategis untuk menekan konsumsi gula berlebih di masyarakat.

Menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Direktur P2PTM Kemenkes RI, kolaborasi lintas sektor adalah fondasi penting. Edukasi publik, layanan medis, dan kebijakan yang mendukung pola hidup sehat harus berjalan bersama.

Peran Sektor Medis

Dalam diskusi mengenai obesitas dan diabetes di Kebayoran Baru, Novo Nordisk Indonesia menegaskan pentingnya akses masyarakat terhadap edukasi dan layanan medis.

Melalui platform NovoCare.id, mereka menyediakan akses untuk menemukan dokter dan informasi yang kredibel terkait manajemen obesitas.

"Melalui NovoCare.id kami menghadirkan akses untuk menemukan dokter dan informasi yang tepercaya dan dapat memberikan dukungan untuk mengelola obesitas," ujar dr. Riyanny M. Tarliman, Clinical, Medical, & Regulatory Director Novo Nordisk Indonesia.

Inovasi Terapi untuk Manajemen Berat Badan

Salah satu terapi medis yang banyak dibahas adalah GLP-1 RA, yang diresepkan dokter untuk membantu menurunkan berat badan.

Menurut dr. Riyanny, terapi ini terbukti secara klinis mampu menurunkan lebih dari 20% berat badan. Selain itu, GLP-1 dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 20%, serta meningkatkan kualitas hidup termasuk pada pasien gagal jantung atau osteoartritis lutut.

"Dengan inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan panduan klinis yang terbukti, kami berkomitmen untuk terus mendorong perubahan dalam penanganan obesitas dan diabetes di Indonesia," tambahnya.

Mengapa Ini Urgent untuk Generasi Muda

Dengan prevalensi obesitas dan diabetes yang terus melonjak, gaya hidup generasi muda akan menentukan masa depan kesehatan Indonesia.

Tantangannya bukan hanya menjaga pola makan atau rutin olahraga, tetapi membangun kebiasaan hidup sehat yang konsisten dan berbasis informasi tepercaya.

Kondisi ini menuntut kolaborasi: kebijakan pemerintah, inovasi medis, dan kesadaran individu. Semakin cepat intervensi dilakukan, semakin besar peluang menekan risiko obesitas dan diabetes di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU