INDOZONE.ID - Ketiak adalah salah satu area tubuh yang paling sensitif. Ketika muncul ruam, rasa tidak nyaman seperti ruam di ketiak terasa gatal dan perih bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari iritasi ringan hingga infeksi. Berikut beberapa penyebab ruam di ketiak yang sering terjadi.
Penyebab Ruam di Ketiak Terasa Gatal dan Perih
1. Dermatitis Kontak
Dermatitis kontak terjadi ketika kulit bereaksi terhadap bahan tertentu, seperti deodoran, antiperspiran, sabun, atau detergen. Ini termasuk jenis-jenis ruam di ketiak yang cukup umum.
Gejalanya berupa:
- Kemerahan
- Rasa gatal dan perih
- Kulit tampak kering atau mengelupas
Cara mengatasinya adalah dengan menghindari pemicu yang diketahui dan beralih ke produk yang lembut untuk kulit sensitif.
Baca juga: 5 Krim Pencerah dan Pemutih Ketiak yang Terbukti Efektif untuk Kulit Lebih Cerah
2. Hidradenitis Suppurativa
Kondisi kronis ini ditandai dengan benjolan atau nodul yang terasa nyeri di sekitar kelenjar keringat, terutama di ketiak. Ruam yang muncul sering berulang dan bisa mengganggu kenyamanan.
Gejalanya meliputi:
- Benjolan yang menyakitkan
- Abses bernanah
- Bekas luka atau saluran sinus
Penanganannya dapat berupa antibiotik, obat antiinflamasi, atau prosedur medis untuk kasus berat.
3. Folikulitis
Folikulitis termasuk jenis ruam di ketiak yang sering muncul akibat peradangan pada folikel rambut. Penyebabnya antara lain:
- Mencukur rambut ketiak secara tidak higienis
- Iritasi dari pakaian yang terlalu ketat
- Produksi keringat berlebih
Ruam di ketiak terasa gatal dan perih, bahkan terkadang muncul benjolan berisi nanah.
Cara mengatasinya adalah dengan menjaga kebersihan kulit serta menghentikan mencukur sementara hingga kondisi membaik.
4. Akantosis Nigrikans
Akantosis nigrikans menyebabkan kulit pada lipatan tubuh, termasuk ketiak, menjadi lebih gelap, tebal, dan bertekstur seperti beludru. Kondisi ini sering dipengaruhi oleh:
- Diabetes atau resistensi insulin
- Obesitas
- Gangguan hormon
Untuk mengatasinya, fokus utama adalah memperbaiki kondisi medis yang mendasarinya.
5. Intertrigo
Intertrigo muncul akibat gesekan dan kelembapan berlebih. Ini adalah penyebab ruam di ketiak yang sering terjadi, terutama pada orang yang banyak berkeringat. Ciri-cirinya antara lain:
- Kemerahan
- Rasa perih atau terbakar
- Bau tidak sedap
Cara mengatasi ruam ketiak akibat intertrigo adalah menjaga area tetap kering, mengurangi gesekan, dan menggunakan krim antijamur atau antibiotik bila ada infeksi.
6. Psoriasis Inversa
Psoriasis inversa sering mengenai area lipatan seperti ketiak. Ruamnya tampak merah, licin, dan terasa tidak nyaman akibat gesekan.
Penanganannya meliputi penggunaan krim kortikosteroid, pelembap, serta penghindaran pemicu seperti stres atau luka kulit.
7. Kurap (Ringworm)
Infeksi jamur ini menyebabkan ruam berbentuk cincin yang merah, bersisik, dan gatal. Bagian tengah ruam biasanya lebih cerah.
Ini termasuk jenis-jenis ruam di ketiak yang sangat menular dan bisa menyebar melalui kontak langsung atau benda yang terkontaminasi.
Pengobatannya menggunakan krim antijamur, atau obat oral untuk kasus yang lebih parah.
8. Kandidiasis Kulit
Kandidiasis terjadi ketika jamur Candida tumbuh berlebihan di area yang lembap. Gejalanya meliputi:
- Ruam merah
- Pustula kecil
- Kulit lembap dan terkadang mengeluarkan cairan
Cara mengatasinya adalah menjaga area tetap kering dan menggunakan obat antijamur sesuai anjuran dokter.
9. Biang Keringat
Biang keringat terjadi ketika keringat terperangkap di bawah kulit. Gejalanya:
- Bintik merah
- Rasa gatal atau menyengat
- Kadang muncul lepuhan kecil
Jenis ruam ini biasanya membaik dengan menjaga area tetap dingin, menghindari pakaian ketat, serta menggunakan bedak pendingin.
Jika ruam di ketiak terasa gatal dan perih dan tidak membaik dengan perawatan di rumah, segera periksakan ke dokter kulit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Skinhealthinfo.org.uk